BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Hingga saat ini, masih ada desa yang belum teraliri listrik. Bahkan, konon Desa Umpang dan Desa Rangda yang merupakan desa tertua di Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) belum teraliri listrik.
Camat Arsel M Ramlan menyampaikan alasan mengapa dua desa tersebut sejak berdiri hingga saat ini belum teraliri jaringan listrik, lantaran kendala keterbatasan akses jalan untuk pemasangan tiang listrik.
"Selama ini dua desa tersebut akses utamanya melalui jalan milik perusahaan besar swasta, sehingga tiang listrik tidak bisa terpasang di ruas jalan tersebut," ujarnya saat dikonfirmasi belum lama ini.
Namun demikian, dengan terbukanya akses jalan dari Desa Rangda menuju Km 24 Jalan Ahmad Shaleh ruas Pangkalan Bun menuju Kotawaringin Lama, maka tidak ada alasan untuk menunda upaya pengadaan listrik untuk masyarakat di dua desa itu.
"Kedua desa inilah yang kita perjuangkan bagaimana di 2023 awal atau di percepat di 2022 akhir ini bisa dilaksanakan pemasangan jaringan listrik," ungkapnya.
--page
Selain dua desa tersebut, di Kecamatan Arsel ada beberapa dusun yang belum teraliri listrik, salah satunya adalah Dusun Saraf dan beberapa titik di Desa Medang Sari dan Runtu.
"Untuk desa yang sama sekali belum teraliri listrik, yaitu Desa Rangda dan Desa Umpang yang termasuk desa tertua di kecamatan setempat, dan ada sebagian kecil yang juga belum ada yaitu di Medang Sari dan di titik lainnya di Desa Runtu," tuturnya.
Untuk itu, sebagai upaya percepatan listrik masuk desa di wilayah mereka, Pemerintah Kecamatan Arsel dan Kepala Desa Rangda telah melakukan koordinasi dengan UP3 Palangka Raya yang menangani listrik masuk desa, dan dari UP3 dalam waktu dekat ini akan melakukan survei ke desa Rangda.
Peninjauan UP3 Palangka Raya bertujuan untuk mengetahui dan mengkondisikan jenis tiang yang akan dipasang, apakah tiang beton atau tiang dari besi yang lebih kecil.
"Kalau tanahnya mampu menahan tiang beton MK akan dipasang tiang listrik dari beton, tapi kalau konturnya rawa maka akan dipasang tiang besi yang berukuran lebih kecil," ungkapnya.
--page
Ia berharap agar pelaksanaan pemasangan jaringan listrik dapat terealisasi secepatnya, dan berharap proyek pemasangan listrik di daerah lain yang mengalami kendala termasuk lahan calon lokasi pemasangan tiang yang bermasalah maka dapat dipindah ke wilayah mereka.
"Saat ini ada sebanyak 60 kepala keluarga di Desa Umpang yang menunggu listrik masuk desa, begitu pula sebanyak 250 kepala keluarga di Desa Rangda. Jumlah tersebut belum termasuk di dusun Tonam," pungkasnya. (DANANG/B-7)









