PURUK CAHU –

BORNEONEWS, Puruk Cahu - Peringatan Hari Jadi Kabupaten  Murung Raya (Mura) ke 20 tahun 2022 ini lebih berkesan dari tahun tahun sebelumnya. Pasalnya, ada kado yang istimewa yang didapat Kabupaten Mura pada puncak peringatan Hari Jadi nya yang digelar, Senin (1/8).

Di mana Kabupaten Mura berhasil pencatat rekor bari secara nasional bahkan masuk ke daftar pecatatan rekor MURI sebagai pergelaran atau memainkan Konkurung terbanyak.

Pencatatan rekor baru MURI tersebut digelar di Stadion DR. Willy M. Yoseph dan diikuti oleh perwakilan 114 desa di 10 Kecamatan termasuk seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setempat.

Dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, H. Nuryakin yang saat itu mewakili Gubernur Kalteng, Buparti Mura Drs. Perdie M. Yoseph MA, Wakil Bupati Rejikinnor, S.Sos, unsur FKPD dan perwakilan MURI Jakarta.

Pencatatan rekor MURI dilakukan dengan melibatkan 1000 lebih peserta yang memainkan Konkurung yang merupakan alat tradisional untuk ritual menanam padi bagi masyarakat Dayak di Kabupaten Mura.

--page

Bupati Mura dalam sambutannya mengatakan bahwa tidak Cuma mencatat Rekor MURI, pergelaran Konkurung masal tersebut jelasnya memiliki esensi yang lebih penting yaitu melestasikan budaya dan kearifan lokal masyarakat Dayak agar tidak punah karena tergerus zaman.

Dikatakan Konkurung adalah alat manugal khas suku dayak di Kabupaten Mura yang turun temurun digunakan untuk menanam padi dan yang unik Konkurung memiliki bunyi yang khas dan indah sehingga menjadi sebuah tradisi yang memang harus terus dijaga dan dilestarikan.

Dikatakan Bupati, Konkurung juga memililiki filosofi gotong royong dan kebersamaan yang tentu menjadi sebuah tradisi yang baik di kalangan suku Dayak, dimana saat menanam pagi seluruh masyarakat bekerja sama menggunakan alat Konkurung.

“Mari kita menjaga kelestarian tradisi dan budaya, Konkurung merupakan tradisi yang indah dan memiliki filosofi penting dalam kehidupan suku Dayak, tetap lestarikan. Dan kita juga semua berharap agar Mura mampu mencatat rekor MURI dan memperkenalkan Konkurung di mata Indonesia sebagai sebuah tradisi Dayak yang menarik dan memiliki nilai jual,” ungkap bupati. (Trs)