PELATIH sementara Chelsea, Guus Hiddink, mengatakan kepada semua orang di klubnya untuk menerima kenyataan bahwa mereka tengah berada di tubir jurang. Mereka sedang berjuang untuk menghindari zona degradasi Liga Utama Inggris.

Itu karena catatan kelam mereka. Sang juara bertahan hanya unggul enam angka di atas tiga tim terbawah. Ini terjadi setelah ditahan imbang 2-2 oleh West Bromwich Albion pada Rabu (13/1/2016).

Hasil tersebut meneruskan musim buruk bagi klub London Barat tersebut. Dan, Hiddink mencemaskannya. Kecuali, jika Chelsea mampu mendulang hasil-hasil positif pada dua pertandingan selanjutnya, yaitu keteika menjamu Everton pada Sabtu (16/1/2016) dan melawat ke markas Arsenal sepekan kemudian, Minggu (23/1/2016).

Itu adalah dua pertarungan untuk dapat bertahan di kompetisi papan teratas. "Ini merupakan pandangan yang sangat realistis," ucap Hiddink ketika ditanyakan bagaimana jika timnya berada pada persaingan menghindari degradasi di markas latihan Chelsea di Cobham.

Terdapat 12 angka untuk menuju peringkat keempat, yang kini didukui Tottenham. "Kami semua akan berupaya untuk mendaki klasemen namun jangan menjadi tidak realistis ketika Anda unggul enam angka dari zona degradasi. Itu juga merupakan fakta," tambah pria asal Belanda itu, pada masa kerja keduanya sebagai pelatih sementara Chelsea setelah Jose Mourinho dipecat bulan lalu.

Dia terpacu untuk kerja keras dan konsentrasi penuh untuk dapat menempuh tanjankan klasemen. ''Itulah mengapa merupakan hal yang menyedihkan ketika kemasukan gol yang menyamakan kedudukan pada menit ke-86, yang masuk ke gawang kami saat melawan West Brom," ucap Hiddink. (ANT/B-1)