PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro mengungkapkan nilai tukar petani (NTP) gabungan Kalteng di bulan Juli 2022 mengalami penurunan sebesar 5,94 persen.

"Jika dibanding bulan Juni NTP gabungan Kalteng pada Juli 2022 turun 5,94 persen dari 118,18 menjadi 111,16," kata Eko, Selasa, 2 Agustus 2022.

Dia menjelaskan, penurunan itu terjadi karena disebabkan oleh turunnya nilai tukar di beberapa subsektor seperti tanaman
perkebunan rakyat sebesar 9,26 persen, peternakan 1,59 persen, perikanan 0,91 persen, dan tanaman pangan 0,80 persen.

"Sedangkan, untuk hortikultura menjadi satu-satunya subsektor yang mengalami peningkatan nilai tukar, yaitu sebesar 0,66 persen," bebernya.

Sama halnya dengan NTP, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Kalteng juga selama Juli 2022 mengalami penurunan sebesar 5,98 persen yaitu dari 119,32 pada Juni 2022 menjadi 112,18 di Juli 2022.

--page

Berbeda dengan NTP dan NTUP, pada bulan Juli 2022 terjadi kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Kalteng yakni sebesar 0,11 persen.

Kenaikan IKRT ini karena disebabkan oleh naiknya indeks harga pada kelompok pendidikan sebesar 1,39 persen, perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga 0,59 persen, serta pakaian dan alas kaki 0,51 persen. (DONNY D/B-5)