Kisah heroik Hajah Norlaila melawan perampok mendapat perhatian pembaca secara luas. Pengusaha mebel di Jalan Teratai, Kelurahan Selat Tengah, Kuala Kapuas, Kamis (14/01/2016) malam sekitar pukul 20.00 WIB didatangi tamu tak diundang yang mau merampas gelang emas miliknya.
Dalam waktu sekitar 2 jam saja jajaran Polsekta Selat dibantu Polres Kapuas dan masyarakat berhasil membekuk kedua pelaku, yaitu AR (41 thn) dan R (36 thn). Kini mereka beringkuk dalam tahanan Polsekta Selat, dan siap menghadapi proses hukum. Mereka dijerat atas pelanggaran pasal 365 KUHP, dengan Andaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.
"Cukup dramatis dan singkat upaya kita hanya dengan sekitar 2 jam kedua pelaku sudah dibekuk" tegas Kapolsekta Selat Kompol Endro di saat gelar perkara kemarin 15/1 di Mapolsekta Selat.
Dalam penjelasannya Kapolsekta mengatakan, telah diamankan atau disita sebagai barang bukti yaitu 3 buah gelang emas murni 24 karat diperkirakan dengan berat sekitar 90 gram, sebuah bantal sebagai alat penyekap korban oleh pelaku sedangkan sajam masih dalam pencarian di sekitar TKP.
Diceritakan Bahwa, pada malam itu, korban (Hj N) sedang sendirian dirumah. Sekitar pukul 20.00 WIB, Hajah Nurlaila sedang istrahat rebahan sambil nonton TV di ruang tengah. Tiba-tiba muka dan mulut korbandidekap oleh seorang pelaku dengan tangan. Sambil Membuka korban, si pelaku dengan paksa merebut gelang emas murni milik korban sebanyak 3 buah. Namun koban melakukan perlawanan dengan menggigit lengan pelaku. Lalu pelaku mengambil batal dan mendekap kembali mulut korban dengan abantal itu agar tidak berteriak memintapertolongan tetangga atau orang lain.
Korban Pun Berusaha melakukan perlawanan sebisanya. Lagi-lagi meraih pisau dapur yang ada didekatnya, dan memakan korban untuk melepaskan gelang emasnya. PPelaku Berusaha melumpuhkan korban dengan menusukan sajam ke arah perut korban namun korban mengelak sehingga terhindar dan cuma terkena goresan pada pinggang kanan korban.
Kedua pelaku initerus berusaha merampas gelang emas korban. Sementara korban pun semakin gigih melakukan perlawan. Senjata tajam yang dihujamkan ke tubuhnya pun ia tangkap dengan tangannya sambil berteriak minta tolong. Dari telapak tangannya mengucur darah segar…
Teriakan minta tolong itu akhirnya menyelamatkan bu hajah. ”Teriakan korban, rupanya membuat warga berhamburan menuju rumahkorban,” tutur Kapolsekta Selat, Kompol Endro.
Kedua pelaku berusaha kabur, tetapi warga yang datang bisa menyergap salah seorang pelaku yang bernama Rizki (R).
Sementara pelaku yang satunya lagi, yang ternyata bernama AR (bukan Didi sebagaimana di sebut dalam tulisan sebelumnya), sempat meloloskan diri. Belakangan diketahui,AR adalah mantan karyawan Hajah Norlaila di toko mebel itu.
Namun, dua jam kemudian, Didipuntertangkap petugas saat bersembunyi di sebuah bangunan kosong bekas kantor Satpol PP. (pro/*)


