SAMPIT - Kepolisian Resor (Polres)Kotawaringin Timur (Kotim), bersama Satuan Brigade Mobile Polda KalimantanTengah, melakukan penggeledahan di sebuah mes bekas kediaman Dian Juni Kurniadi(DJK) alias Inyong (25). Yaitu di kompleks perusahaan ternak ayam PT Charoen Pokphand Jaya Farm (CPJF) , JalanJendral Sudirman KM 18, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang,Sabtu (16/1/2015).

DJK merupakan  salah satu terduga pelaku bom bunuh diri dikawasan pusat perbelanjaan Plasa Sarinah, Jl MH Tamrin, Jakarta Pusat, Kamis(14/1/2016) lalu. Kapolres Kotim AKBP HendraWirawan mengatakan, penggeledahan tersbeut dilakukan guna melakukan antisipasimasih adanya barang-barang yang berbahaya atau bukti-bukti bahwa terlaporadalah teroris.

“Penggeledahan ini juga kamilakukan untuk membantu Polda Kalteng, dan Mabes Polri guna pengumpulan barangbukti,” ujar Hendra, usai meninjau langsung penggeledahan mes tersebut.

Namun, dalam penggeledahan dimes nomor 18 tersebut, tidak ditemukan barang-barang atau peralatan yangmencurigakan. Hanya ada beberapa barang sisa seperti peralatan mekanik saat DJKmasih bekerja ditempat itu, dan sejumlah barang pribadi milik dari DJK.

“Hanya ada buku, peralatanmekanik, dan sejumlah peralatan listrik. Namun tidak ada barang atau hallainnya yang aneh,” lanjut Hendra.

Diakui Hendra, memang dalambeberapa bulan terakhir, polisi sudah melakukan penyelidikan terhadap DJK.Namun terhitung sejak September 2015 lalu, terduga pelaku bom bunuh diritersbeut sudah tidak ada di Sampit. Sejumlah teman satu pekerjaannyapun tidakada yang mengetahui pria yang dikenal taat beribadah tersebut.

“Sudah dua tahun dia bekerja diPT CPJF itu, namun baru lima bulan yang lalu dia langsung berhenti bekerja ditempat tersebut,” ucap Hendra.

Dalam penggeledahan tersebut,puluhan berimob dan polisi menggunakan senjata pelindung lengkap lebih dulumelakukan sterilisasi di mes bekas DJK itu. Berselang sekitar 10 menit, pihakidentivikasi dari Polres Kotim langsung melakukan pemeriksaan dan menggeledahsemua isi di mes karyawan itu.

Selain melakukan penggeledahan,polisi juga langsung memanggil tiga orang pekerja PT CPJF tersebut untukdimintai keterangan. Namun mereka mengatakan bahwa tidak tahu banyak tentangpribadi DJK. Karena saat bekerja dia merupakan orang yang jarang ngobrol dan focuspada apa yang ia kerjakan saja.

Terkait dengan DJK yang pernah tinggal di Sampitdan menjadi terduga pelaku bom bunuh diri, polisi tidak membantahnya. Sedangkanpolisi saat ini terus fokos dalam penjagaan situasi kamtibmas di daerah ini,dan berupaya agar teroris tidak beraksi lag. (MH/B-1)