BORNEONEWS, Kuala Kurun - Wakil Bupati Gunung Mas Efrensia L.P Umbing mengajak instansi dan lembaga terkait untuk turut serta menangani permasalahan stunting hingga angkanya menurun.
Ia mengatakan tersebut saat membuka rekonsiliasi stunting tingkat kabupaten atau kota tahun 2022 di ruang rapat lantai I kantor bupati, Selasa, 2 Agustus 2022.
"Yang menjadi prioritas dalam penanganan stunting adalah kegiatan intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) hingga usia pra sekolah," ujarnya.
Stunting menjadi masalah yang disebabkan oleh multi dimensi sehingga penanganannya pun harus mengedepankan intervensi sensitif yang melibatkan lintas multi sektoral.
Intervensi gizi sensitif yang dilakukan oleh sektor lain selain sektor kesehatan memberikan daya ungkit untuk menurunkan gangguan gizi lebih besar yaitu sebesar 70% dibandingkan dengan intervensi gizi spesifik dari sektor kesehatan yang hanya memberikan kontribusi sebesar 30%.
Upaya pencegahan stunting penting dilakukan sedini mungkin, dengan berkolaborasi dengan dinas instansi dan lembaga terkait. "
Penurunan stunting tidak bisa dilakukan secara sendiri, tetapi perlu sinergitas dan kerja sama melalui program-programnya masing-masing," tukasnya.
--page
Dalam rangka upaya percepatan penurunan dan penanggulangan masalah stunting di Kabupaten Gunung Mas dan untuk memastikan terjadinya integrasi pelaksanaan intervensi penurunan stunting secara bersama-sama antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penanggung jawab layanan dengan sektor atau lembaga non pemerintah. (RISKA YULYANA/B-11)









