TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Komunitas Nansarunai Jaya Kabupaten Barito Timur menampilkan antraksi seni beladiri Kuntau Bangkui dari Perguruan Kuntau Borneo pada Expo Bartim 2022, Rabu, 3 Agustus 2022 malam.

Beladiri Kuntau Bangkui merupakan seni beladiri yang gerakannya diadaptasi dari gerakan hewan bangkui yaitu sejenis monyet yang hidup di hutan belantara Kalimantan.

Dewan Guru Perguruan Kuntau Borneo, Herdiman yang diwawancarai usai tampil bersama muridnya di panggung Expo Bartim 2022 menjelaskan, Kuntau Bangkui memiliki keistimewaan bisa mengunci lawan pada bagian leher, pinggang dan kaki.

Kuntau Bangkui pada umumnya menggunakkan tangan kosong dan mengandalkan kelincahan gerakan pemainnya, Pemain Kuntau Bangkui juga lebih cenderung menyerang musuh dari bagian bawah dan langsung menyerang titik pertahanan tubuh lawan.

"Seni beladiri warisan budaya asli Kalimantan Tengah ini juga untuk membangun moral, mental dan etika sopan santun pada generasi muda, makanya anak-anak yang saya didik dilarang merokok, minum-minuman keras atau melakukan hal-hal negatif lainnya. Beladiri ini diajarkan untuk menjauhkan anak-anak dari kenakalan remaja," jelasnya.

Karena itu dia berharap pemerintah daerah dan masyarakat Barito Timur mendukung pelestarian seni budaya yang merupakan beladiri khas Dayak Kalimantan Tengah.

--page

Penampilan Herdiman bersama murid-muridnya di panggung Expo Bartim 2022 dimulai dengan adegan latihan kuntau yang dilakukan oleh dua murid di bawah bimbingan guru kuntau, namun tiba-tiba datang seorang pria tak dikenal ingin menggangu kegiatan latihan tersebut.

Upaya guru untuk mengusir pengacau itu tak diindahkan sehingga perkelahian pun tidak dapat dihindari. Bahkan pengganggu itu menggunakan senjata tajam dalam menyerang, tapi dengan jurus-jurus kuntaunya sang guru akhirnya bisa mengalahkan pria tersebut. (BOLE MALO/B-6)