PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sekretaris Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat (Sekda Kobar), Suyanto secara resmi membuka kegiatan Rekonsiliasi Stunting tingkat Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah di Aula Bappeda Kobar, Kamis, 4 Agustus 2022.

Kegiatan dengan pemateri dari BKKBN Provinsi Kalteng tersebut, juga dihadiri oleh Sekcam Arsel, Kasdim, serta sejumlah peserta dari stakeholder terkait, dalam rangka percepatan penurunan stunting di Kotawaringin Barat.

Suyanto menyampaikan, dalam rangka penurunan stunting ini, harus ada upaya dan sinergi bersama semua pihak. Jadi, kata dia, tidak bisa hanya pemerintah saja.

"Program pemerintah terkait penuruan stuntung ini harus melibatkan seluruh unsur baik masyarakat, dunia usaha, akademisi dan terutama media," kata Suyanto.

Keterlibatan media cukup penting, baik itu media mainstream, maupun media sosial dan lainnya. Untuk memberikan edukasi atau pembelajaran kepada masyarakat, tumbuh kembang anak itu harus sehat dan cukup gizi.

--page

Dijelaskannya,  program percepatan penurunan stunting itu adalah program nasional yang diatur di Perpres 72 Tahun 2021. Sehingga, agar berjalan lancar, maka penting sekali untuk memanfaatkan sumber daya manusianya maupun penganggaran.

Lebih lanjut, untuk stunting di Kabupaten Kotawaringun Barat saat ini, berdasarkan data dari Provinsi, posisisnya rendah jika dibanding angka provinsi.

"Tadi data provinsi angka stunting 27 persen kemudian kita 23 persen, tapi kalau didalami saya pikir ini akan lebih kecil lagi, barangkali data-data itu penting untuk mengukur tingkat stunting yang mendekati real," ungkapnya.

Ia menambahkan, untuk di Kobar dalam pemetaan ada 17 kawasan desa dan kelurahan yang di indikasi ada stuntingnya. Untuk itu, perlu didalami lebih jauh, sehingga belasan desa dan kelurahan tersebut dapat diminimalkan angka stuntingnya. (DANANG/B-7)