BORNEONEWS, Tamiang Layang - Menjelang pemilu 2024, Bawaslu Kabupaten Barito Timur akan membentuk dan mendeklarasikan Desa Anti Politik Uang. Langkah itu merupakan salah satu strategi untuk mencegah politik yang masif pada pemilu 2024 mendatang.
"Nanti akan dideklarasikan desa-desa anti politik uang untuk menegaskan bahwa kita menolak politik uang sekeras-kerasnya serta juga politik identitas karena ini akan menghancurkan kita semua, menghancurkan bangsa dan menghancurkan Kalimantan Tengah khususnya Barito Timur," tegas Anggota Bawaslu Provinsi Kalteng, Siti Wahidah saat menjadi pemateri pada kegiatan sosialisasi pengawasan pemilu partisipasif di Aula BKPSDM Barito Timur, Kamis, 4 Agustus 2022.
Dia menambahkan, bawaslu juga akan mempersiapkan forum warga yang akan menyampaikan pesan ini dari satu keluarga ke keluarga yang lain dengan melibatkan RT dan RW.
"Menghilangkan politik uang itu merupakan hal yang sulit, tetapi ketika masyarakat sudah bergandeng tangan dengan bawaslu dan seluruh aparat penegak hukum, maka hal ini bisa dicegah," jelasnya.
Siti mengajak seluruh lapisan masyarakat agar meningkatkan partisipasi dengan tidak hanya datang ke TPS saat pemilu, tapi juga ikut andil dalam mengawasi seluruh rangkaian tahapan pemilu.
--page
"Nanti juga harus ikut melaporkan pelanggaran pemilu yang terjadi di masyarakat kepada pengawas pemilu terdekat, kami siap menjaga kerahasiaan identitas pelapor," katanya.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Barito Timur, Feryanto Marthen Panggalaha mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan beberapa program untuk pencegahan pelanggaran pemilu, termasuknya salah satu adalah sosialisasi pengawasan partisipasif yang digelar saat ini.
"Kami juga sudah melakukan kegiatan sosialisasi kepada penyandang disabilitas pada bulan mei 2022 serta sosialisasi pengawasan partisipasif dari kalangan pemilih pemula dengan peserta dari pelajar dan karang taruna," ungkapnya.
Bawaslu juga telah menyusun jadwal untuk melakukan sosialisasi ke kecamatan dan desa-desa, dan kegiatan yang terdekat yakni membentuk pengawas ad hoc kecamatan pada bulan September 2022.
"Kami berharap masyarakat Barito Timur berkontribusi dalam pemilu 2024 maupun pilkada serentak 2024," ujar Fery.
--page
Dia mengingatkan agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton tetapi juga menjadi pelaku dalam pemilu karena pemimpin yang terpilih merupakan hasil keputusan dari masyarakat itu sendiri.
"Masyarakat yang memiliki hak pilih menjadi penentu kualitas pemilu 2024 maupun kualitas pemimpin yang terpilih, pada akhirnya kedaulatan itu ada di tangan masyarakat," tandasnya. (BOLE MALO/B-7)









