PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro mengungkapkan, ada beberapa komoditas yang diimpor Kalteng selama Juni 2022.

"Komoditas itu diantaranya yakni aspal senilai US$ 3,59 juta, pupuk berupa kalium klorida US$ 1,81 juta, dan asam sitrat US$ 0,07 juta," kata Eko, Kamis, 4 Agustus 2022.

Dikatakannya, kenaikan nilai impor Kalteng selama Juni 2022 sebesar 932,08 persen, utamanya karena dipengaruhi oleh adanya impor dari tiga jenis komoditas tersebut yang tidak ada pada bulan sebelumnya.

"Sementara untuk produk kimia katalisator yang sebelumnya ada diimpor yakni pada bulan Mei, di bulan Juni 2022 tidak ada," bebernya.

Selanjutnya, apabila dibanding dengan bulan yang sama pada tahun 2021, terjadi penurunan nilai impor pada Juni 2022 sebesar 43,55 persen.

--page

Penurunan itu khususnya pada kelompok mesin dan pesawat mekanik yang turun sebesar 100,00 persen, dari US$ 7,75 juta menjadi tidak ada sama sekali.

Sedangkan untuk kelompok bahan bakar mineral justru mengalami kenaikan sebesar 167,91 persen, dari US$ 1,34 juta pada Juni 2021 menjadi US$ 3,59 juta di Juni 2022. (DONNY D/B-7)