BORNEONEWS, Palangka Raya - Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar training of trainer (ToT).
Melalui ToT diharapkan nantinya dapat menjadikan guru sebagai pelopor moderasi beragama di lingkungan sekolah. Dimana moderasi beragama sebagai upaya untuk senantiasa menjaga agar seberagam apapun tafsir dan pemahaman terhadap agama.
"Ini amat penting memperkuat moderasi bragama karena kita pernah mndapatkan hasil penelitian Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Kalteng untuk potensi radikalismenya urutan ke 4," kata Ketua FKPT Kalteng, Khairill Anwar di Aula Palangka Universitas Palangka Raya, Jumat 5 Agustus 2022.
Khairil mengatakan Kalteng secara potensi nasional berada dibelakang Provinsi Aceh, Provinsi Sumatera Barat dan Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Ia menyampaikan tingginya potensi radikalisme Kalteng dipicu oleh lemahnya literasi digital. Kebanyakan masyarakat langsung membagikan informasi tanpa menyaringnya terlebih dahulu.
"Kalau Aceh atau Sumatera Barat atau Nusa Tenggara Barat rasanya masuk akal tapi kok Kalteng. Kawan-kawan dari suku dayak dan suku yang lain bertanya. Ini karena literasi kita lemah," sebutnya. (HERMAWAN DP/B-6)









