SEJUMLAH ketua rukun tetangga (RT) di Buntok, Kabupaten Barito Selatan (Barsel) mengeluh karena sudah setahun tidak pernah menerima dana insentifnya.
Ketua RT 27 Buntok Kota, Zailani Abdul Kadir, menuturkanbiasanya tunjangan untuk ketua RT diterima dalam waktu tiga bulan sekali. Itu pun menurutnya, dalam jumlah yang tidak sesuai jika dibandingkan dengan besarnya tanggung jawab sebagai ketua RT.
“Dana insentif ketua RT itu hanya Rp75 ribu saja per bulannya. Tentu sangat tidak sebanding dengan tanggung jawab dan tugas kami yang setiap hari berhadapan dengan masyarakat,” ujar Zailani, kepada Palangka Post, Minggu (17/1/2016).
Ia menjelaskan, sempat menanyakan hal tersebut kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Barsel, Edi Kridstianto. Hasilnya memang mengecewakan sebab anggaran tunjangan untuk ketua RT tidak sempat dimasukkan dalam APBD 2015 dan APBD 2016.
“Kami merasa, instansi terkait dalam Pemerintah Kabupaten Barsel saat ini, sepertinya belum serius untuk menangani insentif RT itu. Padahal ketua RT merupakan ujung tombak pemerintah,” ucap Zailani.
Hal senada juga disampaikan Ketua RT 28, Buntok Kota, Hendri Ranrun. Dirinya mempertanyakan, kenapa insentif yang sekecil itu sampai terlupakan.
“Padahal tugas kami ini sebenarnya cukup berat. Apa lagi jika ada pemasalahan keributan di rumah tangga hingga menjalar ke masyarakat. Pasti kami yang pertama harus ikut menanganinya. Sementara insentifnya tidak sebanding,” tandas Hendri. (PP/B-10)


