Malam itu, sang istri bermimpi didatangi seorang lelaki tua. “Jika kalian menginginkan keturunan, kalian harus pergi ke hutan untuk bertapa.” Demikian pesan yang disampaikan lelaki tua di mimpi itu.
***********
KEESOKAN harinya, seusai menyiapkan bekal seadanya, pasangan suami-istri itupun pergi ke hutan yang letaknya cukup jauh. Setelah setengah hari berjalan, sampailah mereka di hutan yang sangat lebat dan sunyi.
Mereka pun membangun sebuah gubuk kecil untuk tempat bertapa. Ketika hari mulai gelap, pasang suami-istri itupun memulai pertapaan mereka. Keduanya duduk bersila sambil memejamkan mata dan memusatkan konsentrasi kepada Tuhan Yang Maha kuasa.
Sudah berminggu-minggu mereka bertapa, namun belum juga memperoleh tanda maupun petunjuk. Meskipun harus menahan rasa lapar, haus, dan kantuk, mereka tetap melanjutkan pertapaan hingga berbulan-bulan lamanya.
Sampai pada hari ke-99 pun mereka belum mendapatkan petunjuk. Rupanya, Tuhan Yang Maha Kuasa sedang menguji kesabaran mereka.
Pada hari ke-100, kedua suami-istri itu benar-benar sudah tidak tahan lagi menahan rasa lapar, haus, dan kantuk. Maka pada saat itulah, seorang lelaki tua menghampiri dan berdiri di belakang mereka. “Hentikanlah pertapaan kalian! Kalian telah lulus ujian. Tunggulah saatnya, kalian akan mendapatkan apa yang kalian inginkan!” ujar kakek itu.
Mendengar seruan itu, sepasang suami-istri itupun segera menghentikan pertapaan mereka. Alangkah terkejutnya mereka saat membuka mata dan menoleh ke belakang. Mereka sudah tidak melihat lagi kakek yang berseru itu. Akhirnya mereka pun memutuskan pulang ke rumah dengan berharap usaha mereka akan membuahkan hasil.
Sesampainya di rumah, suami¬istri itu kembali melakukan pekerjaan sehari-hari mereka sambil menanti karunia dari Tuhan. Setelah melalui hari-hari penantian, akhirnya mereka mendapatkan sebuah tanda akan kehadiran si buah hati. (B-3) Bersambung......
Sumber: Cerita Rakyat Nusantara








