WARGA Desa Mansiwui, Kecamatan Awang, Kabupaten Barito Timur (Bartim) menge­luhkan atas kerusakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di kawasan tersebut. Padahal proyak yang menelan dana miliaran rupiah itu baru dibangun tiga tahun silam.


Kerusakan itu menurut Kepala Desa (Kades) Mansiwui, Kameska, sudah berlangsung sejak beberapa bulan terakhir. Padahal masyarakat sangat memerlukan penerangan listrik.


Ia mengungkapkan, PLTS dibangun sejak Tahun 2013 lalu. Adapun nilai proyeknya saat itu mencapai miliaran rupiah.


“Terkait hal ini, pada saat musyawarah perencanaan pembangunan desa (Musrenbangdes) nanti kami akan serap aspirasi masyarakat terlebih dahulu agar pada saat pembangunan desa nanti program skala prioritas yang telah diusulkan bisa terserap dan dirasakan masyarakat, di antaranya yakni masalah PLTS yang kondisinya rusak,” ujar Kameska, akhir pekan tadi.


Pihaknya berharap setelah melakukan penyerapan aspirasi masyarakat nanti yang kemudian diusulkan kepada pemerintah daerah pada tahun 2017 mendatang masalah listrik di desa itu dapat dianggarakan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) atau Anggran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

Hal itu agar Anggaran Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) bisa terfokus pada pembangunan infrastruktur desa. “Kami melakukan ini agar ADD dan DD bisa difokuskan pada  pembangunan diwilayah pedesaan terutama untuk kesejahteraan masyarakat,” janji Kameska.


Sekertaris Camat Kecamatan Awang, Kandurung, menyatakan, pihaknya telah menerima usulan warga Desa Mansiwui terkait masalah kerusakan PLTS di sana. “Usulan itu akan kami masukkan dalam Musrenbang Kecamatan Februari nanti.”  
(AI/B-5)