PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SAG KSDM) Suhaemi membuka acara Training of Trainer (ToT) menjadi guru pelopor moderasi beragama.

Suhaemi mengingatkan pentingnya menjaga ideologi dan agama dalam hidup bernegara dengan kebersamaan dan keharmonisan.

“Agama dan ideologi bangsa merupakan dua hal yang seharusnya berjalan beriringan,” kata Suhaimi membacakan sambutan gubernur Kalteng, seperti dikutip dari laman resmi Setda Kalteng baru baru ini.

Bangsa Indonesia, lanjut dia, dibangun atas dasar nilai-nilai luhur religius, sosial dan budaya dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Namun kenyataannya, sering dijumpai pertentangan di tengah kehidupan masyarakat, sehingga mengganggu kedamaian, kerukunan dan keharmonisan warga dan berpotensi terjadi benturan antar agama dan negara,” ungkapnya.

Adapun ToT ini merupakan inisiasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Kalteng.

--page

Kegiatan bertujuan memberi gambaran acuan pelaksanaan dan evaluasi kegiatan internalisasi nilai agama sosial, ekonomi dan budaya melalui ToT menjadi guru pelopor moderasi beragama di sekolah. (HERMAWAN DP/B-5)