HASIL imbang 3-3 yang diraih Chelsea saat melawan Everton, Sabtu (16/1/2016) malam, membuat Guus Hiddink khawatir.
Pelatih Chelsea tersebut mengakui bahwa dirinya mulai mengkhawatirkan ancaman degradasi yang menghantui timnya.
Hiddink memang memiliki tugas berat untuk mengangkat the Blues dari papan bawah klasemen sementara.Meski bersama Hiddink, the Blues belum terkalahkan, tapi juga belum mampu keluar dari papan bawah.
Dengan tambahan satu poin saat menjamu Everton, Chelsea kini berada di peringkat 14 dengan 25 poin dari 22 pertandingan. John Terry dan kawan-kawan hanya unggul enam poin dari tim di peringkat 18, Swansea City yang mengemas 19 poin.
“Degradasi itu nyata. Kami punya dua pertandingan sulit yang sudah menanti (melawan Arsenal dan Watford). Bila Anda tidak mendapatkan poin, Anda tidak tahu apa yang akan dilakukan tim lain. Liga Primer Inggris dapat mengejutkan Anda,” ujar Hiddink.
“Kami sangat ingin naik ke papan atas, tapi kami juga harus realistis karena kami hanya enam poin dari zona degradasi. Itu juga kenyataan,” tandasnya.
Di sisi lain, John Terry keluar sebagai penyelamat timnya dari kekalahan atas Everton pada laga Sabtu malam tersebut.
The Blues yang tertinggal 2-3 dari sang tamu diselamatkan oleh gol telat Terry yang dicetak pada menit ke-98, tepatnya menit 97:53. Skor akhirpun menjadi 3-3.
Berdasarkan catatan statistik Opta, gol itu menjadi yang paling telat tercipta di Premier League musim ini.
Rekor gol telat era Premier League masih dipegang Aiyegbeni Yakubu yang terjadi pada 2011 silam. Pada pertandingan Blackburn kontra Wigan,November 2011, Yakubu mencetak gol pada menit ke 98:14.
Sementara itu, selain memastikan poin bagi Chelsea, satu gol tersebut merupakan torehan pertama Terry pada musim ini di Liga Primer.
Martinez geram
Sementara itu, pelatih Everton Roberto Martinez tidak bisa menutupi kemarahannya atas gol telat Terry. Pasalnya, ia menilai gol itu tidak sah karena Terry dalam posisi offside.
Selain itu, gol tersebut tercipta di masa laga seharusnya sudah berakhir. “Marah, benar-benar marah,” ujarnya saat ditanya tentang reaksi atas gol itu.
“Jelas bahwa itu offside dan harusnya hakim garis melihatnya. Lebih buruk lagi, itu 50 detik setelah waktu seharusnya berakhir. Itu bukan hal yang bagus,” geramnya. (BBC/Bola.net/B-3)








