Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PDIP Asdy Narang sangat prihatin melihat infrastruktur jalan di Kecamatan Arut Utara (Aruta). Pasalnya, hampir semua infrastruktur di desa-desa Kecamatan Aruta milik perusahaan swasta.


“Saya sangat prihatin melihat keadaan warga masyarakat di sini dan apa yang saya dapatkan dari Kecamatan Aruta akan saya jadikan usulan ke pusat,

karena provinsi dan kabupaten harus ada sinergi untuk membangun seperti infrastruktur jalan di Kecamatan Aruta ini agar pembangunan cepat dan merata, semua infrastruktur jalan yang ada di Aruta yang ada saat ini milik perusahaan,” kata Asdy kepada Borneonews saat mengunjungi warga korban banjir di Kelurahan Pangkut, Aruta, Sabtu (16/1/2015).


Menurut Asdy, pemerintah harus membuka keterisolasian di Aruta. Apalagi Aruta dikelilingi oleh perusahaan-perusahaan besar. Selain itu, Aruta juga merupakan kecamatan tua di Kobar dan punya sejarah penting yakni penerjunan pertama pasukan TNI-AU di Desa Sambi.


Ditemui di tempat yang sama, Anggota DPRD Kobar Fraksi PDIP Mulyadin mengatakan untuk relokasi korban banjir tidak mungkin dilakukan. Pasalnya, warga sudah tinggal di wilayah itu sejak ratusan tahun lalu. “Kami meminta pemerintah daerah agar bisa melibatkan perusahaan yang ada di sekitar Aruta agar lebih arif terhadap lingkungan,” kata dia.


Dalam kunjungan tersebut selain anggota Komisi X DPR RI Fraksi PDIP Asdy Narang, ada juga anggota Komisi II DPR-RI Rahmat Nasution dan dua anggota DPRD Kobar Fraksi PDIP Mulyadin dan Siti Mukaromah.
(MW/B-8)