BORNEONEWS Palangka Raya - Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Palangka Raya, Akhmad Fordiansyah mengatakan nilai investasi dalam beberapa tahun terakhir cenderung mengalami kenaikan.
“Dari data pada 2019 nilai investasi di Kota Palangka Raya dapat mencapai Rp156 miliar. Meningkat pada tahun 2020 menjadi Rp201 miliar lebih,” katanya, Sabtu 6 Agustus 2022.
Peningkatan nilai investasi di daerah berjuluk Kota Cantik tersebut juga terjadi pada tahun 2021, yaitu naik menjadi Rp233 miliar lebih dari tahun sebelumnya.
“Sedangkan untuk tahun ini sampai dengan data di triwulan II, nilai investasi yang masuk ada sekitar Rp241 miliar. Jumlah itu sudah hampir mendekati target nasional yang ditetapkan sebesar Rp275 miliar,” jelas Fordiansyah.
Ditambahkannya, hingga saat ini DPMPTSP Kota Palangka Raya terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan, dengan melakukan fasilitas peraturan dan ketentuan penanaman modal untuk meningkatkan pemahaman pelaku usaha dan meningkatkan nilai investasi daerah.
“Kami optimis iklim investasi di Kota Palangka Raya akan terus meningkat. Pada semester pertama ini saja sudah ada 200 lebih investor dari target 200-an investasi baru di 2022,” tandasnya.
Dirinya juga berharap dengan peningkatan ini akan membawa dampak lebih bagus lagi bagi Kota Palangka Raya ini dalam perkembangannya, sehingga mampu menjadi kota yang lebih maju lagi. (AGUS/B-6)









