FADEL Muhammad, Wakil Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Bali, pimpinan Aburizal Bakrie, mengapresiasi kehadiran tokoh-tokoh senior di tim transisi. Fadel yakin, para senior itu membawa harapan terbangunnya dialog untuk mencari solusi konflik di tubuh Partai Golkar.


“Melihat nama-nama Pak Jusuf Kalla, Emil Salim, Ginanjar Kartasasmita, Abudl Latif, Akbar Tanjung, adalah yang memang berkontribusi besar terhadap Partai Golkar. Saya akan apresiasi, kalau orang-orang itu bersedia duduk di tim transisi. Duduk dan bicarakan ini. Daripada tanpa ada kepastian seperti ini,” ujar Fadel, saat dihubungi Media Indonesia, Minggu (17/1/2016) malam.


Ia juga tak mempermasalahkan tim transisi sebagai produk Mahkamah Partai yang diketuai Muladi yang keabsahannya diragukan kubu Munas Bali.
Sebelumnya, Golkar kubu Munas Bali mengganti susunan keanggotaan Mahkamah Partai. Aziz Syamsuddin didaulat sebagai ketua baru menggeserMuladi. Namun, Fadel mengisyaratkan lebih memilih penyelesaian lewat tim transisi.


“Bukan masalah Pak muladi atau Pak Aziz. Pertanyaannya, siapa yang diakui pemerintah? Itu (mahkamah) versi Bali. Tapi kemarin ada konflik antara Agung, MA belum keluarkan putusannya, pemerintah belum mengakui pula. Ini masalah panjang,” katan mantan Gubernur Gorontalo itu.


Namun Fadel, mempertanyakan sikap Presiden dan Wakil Presiden yang belum merespons sikap Golkar sebagai partai pendukung pemerintah. “Sekitar 10 hari (yang lalu) ini, kita rapat, putuskan mendukung, bergabung dengan pemerintah. Tapi enggak dapat respons dari Pak Jokowi dan Pak JK. Keadaannya berat,” tutup Fadel.

Bukan kuasai Golkar


Terkait Tim Transisi Golkar, Jusuf Kalla mengatakan tujuannya untuk mewujudkan rekonsiliasi, bukan untuk menguasai partai. “Tidak ada yang ingin kuasa. Buat apa sih, saya sudah pernah ketua umum, Pak Habibie sudah, yang lain juga sudah pernah memimpin Golkar,” kata Kalla di kediaman pribadinya di Makassar, Minggu (17/1/2016).


“Kita sedih melihat perpecahan dan memperlakukan Golkar itu seperti milik pribadi. Tidak bisa seperti itu, harus demokratis,” kata Wakil Presiden itu.


Tim Transisi yang dibentuk atas putusan Mahkamah Partai itu terdari dari BJ Habibie (pelindung) dan JK (ketua merangkap anggota). Anggotanya terdiri atas Ginanjar Kartasasmita, Emil Salim, Abdul Latif, Suswono Yudhohusodo, Akbar Tandjung, Aburizal Bakrie, Agung Laksono, Teo L Sambuaga, dan Soemarsono. (ANT/MI/B-10)