BORNEONEWS, Palangka Raya - Pimpinan serta Anggota Komisi III DPRD Kalteng baru-baru ini melaksanakan reses ke Kabupaten Kotawaringin Barat dan ada mengunjungi SMAN 1 Pangkalan Bun.
Saat itu Komisi III banyak menerima aspirasi atau usulan yang disampaikan pihak SMAN 1 Pangkalan Bun baik itu terkait sarana dan prasarana atau fasilitas pendukung pendidikan, maupun mengenai proses belajar mengajar di sekolah tersebut.
"Ada salah satu aspirasi yang kami rasa ini penting untuk ditindaklanjuti yaitu masalah rombongan belajar atau rombel. Informasi yang kami dapatkan minat untuk masuk SMAN 1 Pangkalan Bun ini sangat tinggi, tapi rombel terbatas ini yang perlu diperhatika Disdik Kalteng," ungkap Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Siti Nafsiah saat dikonfirmasi, Senin, 8 Agustus 2022.
Dia mengatakan, terbatasnya rombel di SMAN 1 Pangkalan Bun tersebut mengakibatkan ada sekitar 140 orang pelajar di Kotawaringin Barat terpaksa tidak diterima pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) beberapa waktu lalu dan mengenai hal itu Komisi III akan segera menyampaikannya kepada Disdik Kalteng.
Dirinya menyebut, sangat penting bagi pemerintah daerah terutama Disdik Kalteng memperhatikan masalah rombel ini. Pasalnya, jangan sampai hal itu membuat anak-anak yang ingin melanjutkan pendidikan menjadi terhambat, sehingga terkait persoalan rombel tersebut perlu dievaluasi tidak hanya di SMAN 1 Pangkalan Bun saja tapi juga SMA lainnya.
--page
Di sisi lain, ia mengaku bangga terhadap SMAN 1 Pangkalan Bun yang tentunya memiliki kualitas, sebab banyak alumni sekolah itu yang diterima di 18 perguruan tinggi se- Indonesia diantaranya seperti Universitas Indonesia (UI), UGM, UNDIP, Unibraw, dan lain-lain.
"Ini menunjukan bahwa proses pembelajaran di sekolah itu sudah baik dan mampu mencetak SDM berkualitas. Wajar jika antusias para pelajar lulusan SMP ingin masuk ke SMA tersebut. Harapan kita tentu, kualitas dari SMAN 1 Pangkalan Bun ini harus bisa dipertahankan, bahkan lebih ditingkatkan lagi kedepan," imbuhnya. (DONNY D/B-11)









