KOMISI Pemilihan Umum Kalimantan Tengah (KPU Kalteng) berusaha keras menekan golput dalam pemilihan gubernur (pilgub) 27 Januari 2016. Jangan sampai, angka partisipasi pemilih anjlok di bawah Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden (Pilpres) 2014, yang berkisar 65-70%.
‘’Kami menggandeng banyak pihak untuk menyosialisasikan pilgub agar partisipasi warga tinggi,” kata Ketua KPU Kalteng, Ahmad Syar’i, kepada Borneonews, Minggu (17/1/2016).
Ia menyebut, ormas seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI), juga dirangkul untuk bersama-sama menyukseskan pilgub. “Jadi selain pasang baliho, spanduk, dan menggandeng TV kabel untuk mengumumkan hari pencoblosan, kami juga meminta dukungan ke ormas keagamaan untuk memasang pengumuman di masjid, gereja, dan rumah ibadah lainnya,” ungkap Syar’i.
Surat edaran
Kalangan pelajar sebagai pemilih pemula pun jadi sasaran sosialisasi. KPU meminta bantuan Dinas Pendidikan Kalteng, agar membuat surat edaran ke semua sekolah yang berisi ajakan mencoblos di pilgub.
“Termasuk juga mengandeng Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) untuk bisa bicara kepada pemilik otoritas penyiaran di Kalteng. Kemudian kemarin kita juga kirim petugas ke tiap daerah untuk cek sosialiasi dan kesiapan,” tutur Syar’i.
Terkait legitimasi pilgub bila partisipasi di bawah 50%, Syar’i enggan berkomentar. “Angka partisipasi pemilih secara nasional 77,5%. Kita berharap mendekati atau lebih dari itulah,” katanya.
Sosialisasi dengan menyasar pelajar, juga dilakukan KPU Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Najmi Fuadi, Sekretaris KPU Kotim mengatakan, pihaknya telah beberapa kali melakukan sosialisasi kepada pelajar SMA di Kotim.
“Pemilih pemula merupakan salah satu penentu suksesnya pemilihan pemimpin Kalimantan Tengah untuk lima tahun ke depan,” tandas Najmi. (FI/B-10)


