NANGA BULIK –

BORNEONEWS, Nanga Bulik – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lamandau gandeng Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) Kotawaringin Barat untuk mengambil sampel pangan dan jajanan di sekolah.

Dalam kegiatan ini Dinkes Lamandau juga melakukan edukasi kepada masyarakat agar sama-sama berupaya membebaskan jajanan sekolah dari kandungan zat berbahaya.

“Kandungan tersebut selama ini mengancam kesehatan peserta didik,” ungkap Kepala Dinkes Kabupaten Lamandau Rosmawati di Nanga Bulik, Senin 8 Agustus 2022.

Edukasi terkait pangan jajanan anak usia sekolah gencar dilakukan kepada semua pihak terkait agar semuanya menyadari pentingnya menyediakan jajanan sehat bagi siswa, sehingga berdampak pada kecerdasan anak.

“Ini jadi tanggung jawab bersama, mulai kepala sekolah, guru, komite, pengelola kantin sekolah serta pedagang agar lingkungan sekolah aman dan sehat jajanannya bagi siswa,” ujarnya.

Karena makanan yang mengandung bahan berbahaya, terang Rosmawati, dikhawatirkan memicu terganggunya kecerdasan otak, selain sisi kesehatan tubuh si anak yang juga terancam.

Untuk memastikan makanan dan jajanan anak sekolah tersebut aman dikonsumsi, pihaknya telah melakukan pengambilan sampel, selanjutnya dilakukan pengujian di laboratorium milik Loka POM Kobar.

--page

Pihaknya mengingatkan masyarakat, termasuk warga sekolah, untuk bisa memilih produk makanan yang tidak mencolok warnanya. Kemudian jika pangan yang berkemas, katanya, pilihlah yang telah terdaftar perizinan produk industri rumah tangga (P-IRT) dinas kesehatan atau terdaftar di BPOM. (HENDI NURFALAH/B-6)