PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro mengungkapkan frekuensi penerbangan di Kalteng selama Juni 2022 mengalami penurunan sebesar 10,45 persen dibanding Mei 2022, yaitu dari 1.234 menjadi 1.105 penerbangan.

Akan tetapi, fekuensi penerbangan selama Juni 2022 ini lebih tinggi dibanding frekuensi penerbangan pada bulan yang sama tahun 2020, namun lebih rendah dibanding frekuensi penerbangan pada bulan yang sama pada tahun 2021.

"Penurunan frekuensi penerbangan pada Juni 2022 tersebut jika kita bandingkan dengan bulan sebelumnya diikuti juga penurunan jumlah penumpang dan volume arus barang," ucap Eko, Senin, 8 Agustus 2022.

Adapun jumlah penumpang itu mengalami penurunan sebesar 15,07 persen, dari 115.041 orang pada di 2022 menjadi 97.709 orang pada Juni 2022. Penurunan ini berasal dari jumlah penumpang yang datang turun sebesar 17,68 persen, sedangkan jumlah penumpang berangkat turun sebesar 12,01 persen.

Selanjutnya  untuk volume arus barang mengalami penurunan sebesar 15,90 persen. Volume bongkar barang turun sebesar 15,85 persen, sedangkan volume muat barang turun sebesar 15,99 persen.

--page

Selain itu, apabila dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya, frekuensi penerbangan pada Juni 2022 juga mengalami penurunan sebesar 16,48 persen, yaitu dari 1.323 penerbangan menjadi 1.105 penerbangan.

Namun, berbeda dengan frekuensi penerbangan, volume arus barang dan jumlah penumpang justru mengalami kenaikan yakni masing-masing sebesar 4,56 persen dan 18,78 persen. Ini karena disebabkan oleh kebijakan pemerintah yang sudah melonggarkan protokol kesehatan dibanding 2 tahun sebelumnya.

Jumlah penumpang angkutan udara selama Juni 2022 yaitu mencapai 97.709 orang, turun sebesar 15,07 persen dibanding bulan sebelumnya yang sebanyak 115.041 orang.

Penurunan berasal dari jumlah penumpang di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya sebesar 22,97 persen dari 67.216 orang menjadi 51.775 orang, dan Bandara Iskandar, Kotawaringin Barat turun 11,21 persen dari 35.577 orang menjadi 31.588 orang, sedangkan Bandara H Asan, Kotawaringin Timur naik 20,55 persen dari 10.114 orang menjadi 12,192 orang.

Kemudian, untuk konsentrasi penumpang masih didominasi oleh Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya yaitu sebesar 52,99 persen, diikuti Bandara Iskandar Kotawaringin Barat 32,33 persen, dan Bandara H Asan, Kotawaringin Timur 12,48 persen.

Sementara, volume arus barang yang mencapai 1.227 ton terdistribusi melalui Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya sebesar 62,67 persen, Bandara Iskandar, Kotawaringin Barat 24,37 persen, serta Bandara H Asan, Kotawaringin Timur 12,14 persen. (DONNY D/B-5)