PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro menyebut selama Juni 2022 kunjungan kapal laut di pelabuhan wilayah Kalteng yakni mencapai 725 atau naik 17,50 persen dibanding jumlah kunjungan pada Mei 2022 yang hanya tercatat 617 kunjungan.

"Kenaikan frekuensi kunjungan itu terjadi di pelabuhan Sampit sebanyak 112, Sukamara 6, dan Pangkalan Bun 1. Sedangkan penurunan terjadi di pelabuhan Pulang Pisau yakni 6, Kumai 4, dan Kuala Pembuang 1," beber Eko, Senin, 8 Agustus 2022.

Berbeda dengan frekuensi jumlah kunjungan kapal, jumlah penumpang malah mengalami penurunan. Jumlah penumpang turun sebesar 16,32 persen, dari 60.298 orang di Mei 2022 menjadi 50.458 orang pada Juni 2022. Penurunan ini terjadi berasal dari jumlah penumpang datang turun sebesar 24,80 persen, sedangkan jumlah penumpang berangkat turun sebesar 1,30 persen.

Selanjutnya, untuk volume arus barang turun sebesar 5,27 persen, dari 1,65 juta ton di Mei 2022 menjadi 1,57 juta ton pada Juni 2022. Penurunan tersebut berasal dari volume muat barang turun sebesar 12,36 persen, sedangkan volume bongkar barang naik sebesar 25,55 persen.

Jika dibanding dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya, frekuensi kunjungan kapal di Kalteng bulan Juni 2022 mengalami penurunan sebesar 4,23 persen, yaitu dari 757 menjadi hanya 725 kunjungan.

--page

Kemudian, untuk jumlah penumpang malah mengalami kenaikan yaitu sebesar 50,50 persen. Jumlah penumpang yang datang mengalami kenaikan sebesar 36,56 persen dan yang berangkat naik sebesar 74,55 persen.

Selain itu, volume arus barang mengalami penurunan sebesar 4,32 persen. Penurunan ini berasal dari volume bongkar barang turun sebesar 3,76 persen dan volume muat barang yang turun sebesar 4,50 persen.

Pelabuhan Kumai dan Sampit masih mendominasi layanan angkutan laut untuk penumpang dan barang di Kalteng. Selama Juni 2022, dari 50.458 penumpang yang datang dan berangkat, sebanyak 69,50 persen melalui Pelabuhan Kumai dan 30,50 persen melalui Pelabuhan Sampit.

"Sedangkan untuk volume arus barang yang mencapai 1,57 juta ton, terkonsentrasi di Pelabuhan Sampit sebesar 60,63 persen dan Kumai 28,78 persen," tutup Eko. (DONNY D/B-5)