BORNEONEWS, Palangka Raya - Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin instruksikan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pembangunan bersinergi dengan Dinas Perikanan memetakan aset dan potensi perairan.
Dia mengatakan, pemetaan potensi perairan umum sangat diperlukan untuk memperoleh gambaran dan data serta kondisi perairan dan ekosistemnya. Kondisi ekosistem di wilayah perairan umum yang terjaga salah satunya akan berpengaruh terhadap hasil tangkapan ikan.
Apalagi, berdasarkan data Dinas Perikanan Kota Palangka Raya luas perairan umum di wilayah setempat seluas 515,8 km2 terdiri dari 100,09 Km2 sungai, 13,63 Km2 danau dan 400,03 Km2 rawa. Kota Cantik juga dilalui tiga sungai besar yakni Sungai Kahayan, Sungai Rungan dan Sungai Sabangau serta memiliki 103 danau dan rawa.
"Selain untuk mengetahui kondisi perairan, data hasil pemetaan ini juga bisa dimanfaatkan untuk promosi potensi investasi bidang perikanan," kata Fairid, Senin 8 Agustus 2022.
Dia menerangkan, di antara pemetaan tersebut dapat berupa luas masing-masing danau dan kondisinya. Kemudian juga jenis ikan dan tumbuhan endemik apa saja yang ada di kawasan tersebut serta gambaran kondisi di masing-masing wilayah perairan beserta kawasan sekitarnya.
Danau Teluk di Kelurahan Kameloh Baru, Kecamatan Sabangau akan dijadikan sebagai kawasan wisata. Tahap awal sudah dipetakan dan disusun rencana pembangunan kawasan. Setidaknya ada 16 perincian pembangunan yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini.
Pada gambar yang ditampilkan dalam rapat beberapa hari lalu, terlihat ada rencana pembangunan meliputi area parkir, gerbang kawasan, open space plaza, tugu batang garing, kantor pengelola dan tanaman teduh.
--page
Kemudian ada menara pandang, kawasan kuliner, retail souvenir, area permainan ramah anak yang terdiri atas mini outbond dan wahana air. Selanjutnya juga akan dibangun masjid, area serba guna, penginapan, dermaga, area pemancingan hinga area keramba ikan. (HENDRI/b-6)









