DIREKTUR RSUD Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, Reson Rusdianto, baru menjabat pada 6 Januari 2016. Belum genap sebulan menjabat, ia telah memecat enam orang honorer yang bekerja di RSUD Kuala Pembuang. Pemecatan itu semata-mata untuk peningkatan terhadap kinerja petugas di rumah sakit agar jauh lebih baik.
“Saya to the point saja. Ada honorer yang tiga hari berturut-turut tidak masuk kerja, langsung saya pecat. Karena di luar sana kita masih bisa merekrut tenaga honorer yang bekerja dengan baik,” ungkap Reson, Senin (18/1/2016).
Reson tidak hanya menekankan kedisiplinan para pegawai RSUD, tapi juga berupaya meningkatkan pelayanan. “Mulai sekarang tidak ada lagi pasien dari peserta BPJS kesehatan yang menebus obat di apotik luar rumah sakit,” tandasnya.
Ia menegaskan, pasien pengguna BPJS kesehatan secara otomatis akan digratiskan semua biaya tanpa ada pungutan ataupun disuruh membeli obat di luar rumah sakit (apotik).
“Sebelumnya banyak keluarga pasien yang mengeluhkan, jika mereka diminta untuk menebus obat di apotik luar,” terangnya.
Sementara itu, untuk penyediaan obat di RSUD Kuala Pembuang, dirinya akan rutin mengecek persediaan obat-oabatan. “Sekarang sudah tidak ada lagi ‘Hallo Direktur’ dari keluarga pasien yang ingin mengadu. Karena saya selaku pimpinan tidak mau menerima laporan di atas meja semata.”
Setiap hari, Reson ingin memantau langsung kondisi pasien yang dirawat di RSUD. “Tujuannya untuk mengetahui pelayanan pengobatan yang diterapkan oleh pihak rumah sakit ini,” tegas Reson.
(PN/B-2)


