BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pedagang bendera dan umbul - umbul musiman di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat kembali merasakan kemeriahan dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-77 Republik Indonesia (RI) sehingga penjualannya kini meningkat drastis dibandingkan 2 tahun lalu.
Jika tahun dua tahun lalu, dalam sehari hanya mampu meraup omset Rp 1.500.000, namun kali ini dalam sehari mampu meraup omset Rp 3.000.000 bahkan lebih. Seolah, ini menjadi pertanda bahwa ekonomi mulai bangkit, sesuai tema HUT Ke-77 RI tahun ini, 'Pulih Lebih Cepat Bangkit Lebih Kuat'.
Seperti diungkapkan oleh salah satu pedagang bendera bernama Rudi, bahwa HUT Ke-77 RI tahun ini sangat meriah, dan masyarakat sangat antusias menyambutnya. Terbukti, dari penjualan benderanya yang kembali normal seperti beberapa tahun silam.
"Saya jualan Bendera sejak tahun 2014, dan penjualan tahun ini kembali meningkat seperti tahun - tahun sebelumnya sebelumnya 2 tahun lalu karena pandemi Covid-19," ujarnya, Selasa, 9 Agustus 2022.
Rudi menambahkan saat ini harga setiap jenis bendera dan umbul - umbul ada kenaikan, dikarenakan ongkos atau biaya jahit alami kenaikan, namun ternyata tidak menyurutkan semangat masyarakat untuk berbelanja ornamen HUT RI.
"Jadi setiap jenis umbul - umbul atau bendera ini harganya naik Rp 5 ribu, yang biasanya harga eceran 20 ribu, sekarang jadi Rp 25 ribu," jelasnya.
--page
Peningkatan penjualan juga terbukti, dari sejak ia datang dari daerah asal yaitu Jawa Barat, pada 14 Juli 2022 lalu, dengan membawa 40 koli Bendera dan umbul serta opname lainnya, dan target berjulan sampai tanggal 14 Agustus 2022 nanti, kini stoknya sudah hampir habis.
"Saya bawa 40 koli, sekarang sisa 2 koli saja. Selain didorong oleh orang luar kota, juga lau terjual secara eceran. Bahkan, saking banyaknya permintaan saya sampai kehabisan barang," tuturnya. (DANANG/B-6)









