KEPALA Dinas Sosial­, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabu­pa­ten Pulang Pisau, Satria During kembali mem­be­rikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengelola pa­sar transmigrasi yang selama ini sempat terbengkalai.


Tapi kesempatan mengelo­la itu hanya diberikan selama ti­ga bulan.


“Kita sudah memberikan ke­sempatan kepada masya­rakat untuk mengelola, tapi berhenti operasional, bahkan kondisi pasar tidak terurus,” kata During, Senin (18/1/2016).


Dia sangat menyayangkan pengelola tidak bisa mema­nfa­atkan pasar ini, karena letaknya sangat strategis. Yak­ni ada di jalur lintas antar ka­bupaten dan provinsi.


Dia berharap ada masyarakat yang punya niat memaju­kan wilayah transmigrasi dan bersedia mengelola pasar ini dengan baik.


“Pengurus yang dulu sudah kita ganti dan mudah-mudah­an pengurus yang baru bisa mengelola pasar ini dengan baik,” harapnya.


Pihaknya sudah membersi­hkan lokasi pasar yang sebe­lumnya ditumbuhi semak belukar. During mengatakan pasar ini dibangun untuk me­ngakomodasi kepentingan warga, bukan untuk dijual atau disewakan.


“Sebagian warga ada yang minat tapi menjadi makelar blok pasar dan jika demikian kenapa tidak pemerintah sen­diri saja yang mengelolanya, sehingga bisa dimanfaatkan ma­syarakat tanpa harus mem­bayar sewa blok,” kata­nya.
Jika ada pengelola tentu ada insentif yang diperoleh dari pengelola. Saat ini peng­urus pasar yang juga merupa­kan warga transmigrasi Desa Hanjak

Maju sudah mencari pedagang.


“Mungkin 30%-nya pedaga­ng luar untuk memancing agar keberadaan pasar ber­ope­rasi,” katanya.


Nantinya During berharap kawasan pasar ini menjadi pusat keramaian. Bila perlu un­tuk lokasi rest area sekali­gus­ dijadikan pasar.


Diberitakan, pasar ini diba­ngun pada 2011 melalui program Proyek Percepatan In­frastruktur Daerah (PPID).
Pa­da Februai 2015 pasar ming­gu­an­ dengan jumlah 30 blok ini dioperasionalkan. (B-6)