PROYEK pelebaran dan pengaspalan jalan pada 2015 sudah rampung. Tapi di sisi lain akibat adanya proyek jalan justru merugikan bagi instansi lain, khususnya yang mengurusi rambu lalu lintas.
Bagaimana tidak, puluhan rambu lalu lintas yang sebelumnya berdiri tegap di pinggir jalan, tapi kini ‘dibuang’ atau dirobohkan.
Praktis, beberapa ruas di wilayah kota Pulang Pisau, saat ini tidak ada rambu lalu lintas, sehingga sangat membahayakan bagi pengendara bermotor.
Rian, warga Pulang Pisau hanya bisa berharap agar dinas yang bertugas menangani rambu jalan ini bisa segera memperbaikinya, karena banyak yang rusak.
Misalnya di Jalan Darung Bawan, Djanias Jangkan, Abel Gawei, Oberlin Metar, Mantaren, Kelurahan Bereng dan Kalawa.
Dia meminta dinas perhubungan segera memasang rambu lalu lintas yang baru.
Sementara itu Anggota DPRD Pulang Pisau, Diharyo mengimbau dinas perhubungan dan dinas PU bisa mengamankan aset daerah seperti rambu lalu lintas.
Jadi jika ada proyek jalan tidak ada alasan bagi kontraktor untuk merusak rambu lalu lintas.
Pantauan Borneonews hingga kemarin masih banyak rambu lalu lintas yang tumbang di kanan kiri jalan akibat pekerjaan jalan. Selain kondisi rambu rusak tertimpa tanah, ada di antaranya hilang.
Kepala Dishubkominfo Pulang Pisau Rustam Ahmidie mengatakan tahun ini akan mengganti rambu jalan yang rusak itu.
Dia mengaharapkan ke depan jika ada proyek jalan, maka kontraktornya agar menjaga fasilitas jalan, sehingga rambu yang terpasang tidak selalu harus diganti karena ada proyek jalan, tapi diganti jika memang sudah rusak. (DY/B-6)


