BORNEONEWS, Palangka Raya - Sekretaris Komisi C DPRD Palangka Raya, Heri Purwanto berharap ada komoditas pertanian yang dapat menjadi andalan masyarakat setempat. Hal ini perlu menjadi perhatian pemerintah daerah dengan mengadopsi kebijakan daerah lain.
"Kita harus punya komoditas andalan tersendiri, jangan terpaku dengan daerah lain. Salah satu contoh ikut mengembangkan tanaman porang," katanya, Selasa, 9 Agustus 2022.
Bisa dibayangkan kata dia, untuk satu hektarnya memerlukan biaya sekitar Rp300 juta, apabila tidak benar-benar menguasainya ditakutkan hasil yang diperoleh tidak sesuai seperti yang ditargetkan.
"Ini perlu keberpihakan pemerintah daerah bagaimana agar pengembangan komoditas andalan bisa menjadi penopang perekonomian masyarakat kita," ujarnya.
Dia menyarankan petani memilih program pertanian jangka pendek, dengan hasil dan kualitas yang bagus. Diimbangi dengan konsep pertanian yang baik dan bersinergi dengan pemerintah melalui stakeholder terkait, hingga terciptanya UMKM yang beranggotakan para petani milenial.
--page
Pemerintah juga harus memberikan perhatian dan dukungan. Baik itu berupa fasilitas ataupun sarana dan prasarana mulai dari bibit hingga program pelatihan. Dengan harapan ke depannya petani milenial dapat menjadi penggerak sektor pertanian di Provinsi Kalteng.
"Petani milenial ini harus dibina sampai kualitas SDM benar-benar tercapai. Setelahnya barulah dibentuk semacam wadah bagi para petani milenial mulai dari tingkat provinsi, kabupaten/kota hingga ke tingkat kelurahan dan desa,” pungkasnya. (HENDRI/B-7)









