Laporan: Roni Sahala (Palangka Raya)
RANSEL mencurigakan diduga bom ditemukan tergeletak di trotoar Jalan Jenderal Katamso, samping Rumah Jabatan Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Palangka Raya, Senin (18/1/2016). Ternyata hanya berisi pakaian dan surat penting seperti ijazah.
"Negatif. Bukan bahan peledak atau bahan berbahaya," ungkap Kapolres Palangka Raya, AKBP Jukiman Situmorang.
Keberadaan tas mencurigakan itu dilaporkan Wilem (70 tahun) pada pukul 15.00 WIB. Sejak pukul 13.00 WIB ia berada di sekitar lokasi dan melihat tas tersebut tak kunjung ada yang mengambil.
Dua tim atau 22 personel Gegana Brimob Polda Kalteng datang dengan mengendarai mobil pembawa bom dan baracuda. Satu tim terdiri 11 orang berpakaian dan senjata lengkap serta mengenakan penutup wajah kemudian melakukan penjagaan.
Sementara tim lainnya mempersiapkan satu personel spesialis penjinak bom untuk menggunakan body armour seberat 27 kilogram. Setelah persiapan selesai, dengan perlahan anggota Gegana itu mendekati dengan berbekal semacam tingkat detektor dan langkahnya seperti robot menuju tas yang mencurigakan.
Tapi, ternyata isinya bukan yang dikhawatirkan sebagai bom. ''Kami akan mendalami sebab hingga ransel tersebut tertinggal dan membuat geger warga sekitar yang sedang berolahraga," kata Jukiman. (B-1)


