Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Suparmadi mengatakan sesuai hasil kesepakatan seluruh Dinas Pendidikan se-Kalimantan Tengah, pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun 2016 bagi kabupaten/kota di Kalteng yang terkena dampak kabut asap tidak dimundurkan.


“Jadwal UN 2016 di Kabupaten kotim tetap mengacu pada jadwal yang dikeluarkan pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, tanpa UN susulan,” tegas dia saat ditemui Borneonews di ruang kerjanya, Senin (18/1/2016).


Suparmadi mengakui, sebelumnya sempat muncul wacana penundaan pelaksanaan UN 2016 bagi daerah-daeah yang terkena dampak kabut asap tahun lalu. Pertimbangan ini dikarenakan target  kurikulum belum bisa mencapai seratus persen.


“Tetapi setelah melalui pertimbangan yang matang dan hasil kesepakatan rapat seluruh kepala dinas pendidikan kabupaten/kota, akhirnya semua daerah sepakat berupaya mengejar ketertinggalan itu,” ungkap dia.


Sebab, kata dia, apabila pelaksanaan UN berbeda dengan jadwal pemerintah pusat akan berdampak bagi siswa yang ingin mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi. Sehingga keputusan menyesuaikan dengan jadwal Kemendikbud itu disepakati dengan mempertimbangkan ketuntasan belajar para peserta didik.


“Ujian sekolah telah dimundurkan, agar peserta didik bisa fokus terhadap UN tetapi untuk pelaksanaan UN sulit apabila berbeda dengan jadwal kementerian,” ungkap dia.


Menurut Suparmadi, salah satu upaya yang dilakukan Disdik Kotim agar target kurikulum tercapai yakni sampai saat ini masih diberlakukan penambahan jam belajar khusus bagi siswa yang akan mengikuti UN. Libur sekolah juga tidak diberlakukan, walaupun dalam kalender pendidikan ada jadwal libur.


“Kami harapkan dengan strategi itu, ank-anak tidak hanya dapat mengejar target kurikulum tetapi juga siap menghadapi UN. Kami juga bersyukur dukungan masyarakat khususnya orangtua tidak keberatan anaknya pulang lebih lama dari biasanya,” kata dia.
(RF/B-8)