DEMAM berdarah dengue (DBD) mulai menyerang warga Kabupaten Sukamara.


Sejak hujan mulai menggu­yur kabupaten berjuluk Bumi Ga­wi Barinjam itu mulai No­vem­ber 2015, tercatat sudah ada empat warga yang ter­se­rang penyakit akibat gigitan nya­muk tersebut.


Jumlah penderita berpoten­si bertambah mengingat hujan masih terus turun hingga saat ini.


Kepala Bidang Keperawat­an, Kebidanan, dan Penang­gu­­langan Masalah Kesehatan (Ke­bida PMK) Dinas Kesehat­an Sukamara Ahmad Darsoni me­­ngatakan, meski sudah ada empat penderita, jumlah ka­­sus DBD yang terjadi saat ini ma­sih masuk kategori nor­mal.


“Kasus DBD masih terbi­lang normal. Untuk saat ini ha­­nya ada empat kasus. Se­dang­­kan untuk dalam kota be­lum ada. Jika memang ada yang mengatakan di da­lam ko­ta ada kasus DBD, itu ha­nya sebatas observasi. Te­­tapi setelah dilakukan pe­ngecekan hasilnya negatif,” kata Darsoni saat ditemui di ruangannya, Senin (18/1/2016).


Ia melanjutkan, empat ka­sus DBD yang ter­deteksi ter­­ja­di di dua desa berbeda. Yak­ni Bu­kit Sungkai, Kecamat­an Ba­lai Riam deng­an jumlah dua penderita dan Pangkalan Muntai, Kecamatan Sukama­ra juga dua penderita.


“Untuk penanganan kami te­lah lakukan fogging (peng­asap­an). Tetapi itu hanya untuk membunuh nyamuk de­wasa, tidak pada jentiknya. Se­dangkan program 3M hingga saat ini masih efek­tif dilakukan masyarakat un­tuk menghindari serangan DBD,” ujarnya.


Program 3M yang dimaksud yakni menguras dan me­nu­tup tempat penampungan air, serta mengubur barang be­kas yang bisa menampung air hujan. (MG13/B-3)