PENERIMAAN royalti batu bara Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, pada 2016 direncanakan bakal naik hingga 80 persen dari sebelumnya hanya Rp474 miliar menjadi Rp918 miliar.
Kepala DPPKAD setmpat, Zulkifli mengungkapkan, sebelumnya, royalti daerah ini harus dibagi dengan Hulu Sungai Utara, yang merupakan kabupaten induk.
“Mulai tahun 2016, royalti yang diterima Kabupaten Balangan tersebut tidak harus dibagi lagi, jadi seutuhnya sudah milik daerah kita,” katanya.
Royalti yang akan diterima oleh Kabupaten Balangan tersebut, kata dia, berasal dari hasil pengerukan kekayaan alam berupa batu bara oleh PT Adaro Indonesia yang beroperasi di Bumi Sanggam.
Namun, kata dia, kenaikan bagi hasil tersebut belum masuk kas daerah, sehingga belum bisa dimasukkan secara keseluruhan pada APBD murni 2016.
“Uangnya belum ditransfer oleh pemerintah pusat ke kas daerah, dan sistem proses pencairan dalam setahun biasanya tiga tahap, tidak langsung semua,” ungkapnya.
Dana yang ditransfer pun, kata dia, tidak sepenuhnya, hanya sekitar 70 persen dari total royalti.(ANT/B-11)








