DINAS Kesehatan Barito Selatan mencatat sejak November 2015 hingga Januari 2016 ada 21 warga positif terserang demam berdarah dengue (DBD).
Kepala Dinkes Barsel, Daryomo Sukiastono mengatakan dari 21 orang itu semua bisa ditanggulangi sehingga tidak yang meninggal. Kasus DBD di wilayah Barsel masih belum bisa disebut kejadian luar biasa (KLB).
Semua pasien yang terserang DBD cepat diatasi dan pulih seperti sedia kala. “Peristiwa DBD yang terjadi belum bisa dijadikan indikator kejadian luar biasa, karena masih tahap biasa,” kata Daryomo didampingi Kabid PMK Djulita Palar dan Sekretraisnya Irman, Senin (18/1/2016).
Dia mengatakan penanggulangan tetap gencar dilakukan dengan mensosialisasikan pemberantasan sarang nyamuk dan 3M plus. Lalu membersihkan lingkungan serta melaksanakan 3M Plus dengan menguras bak mandi, mengubur barang bekas, menutup rapat tempat penampungan air serta memberi bubuk larvasida agar nyamuk tidak berkembang biak.
Keterlibatan masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk DBD dengan metode 3M plus, namun jika hanya dinkes sendiri tidak akan maksimal.
“Kita telah melaksanakan program satu rumah satu jumantik. Setiap rumah harus memantu jentik nyamuk di rumah. Cara ini paling efektif untuk memberantas nyamuk,” jelasnya.
Dia membeberkan program itu dimana setiap rumah paling tidak satu Minggu sekali membersihkan rumahnya. “Dengan begitu maka ke depan Barsel akan bebas dari kasus DBD,” ucapnya. (UR/B-6)


