PEMERINTAH Kota (Pemkot) Palangka Raya sebetulnya cukup baik dalam melakukan serapan anggaran APBD 2015, meskipun tetap saja belum menyerap anggaran maksimal. Bahkan, Wali Kota Palangka Raya Riban Satia menyebut serapan cukup tinggi namun penaikan sangat sedikit jika dibandingkan serapan APBD 2014 lalu.
Angka serapan anggaran itu diketahui saat Pemkot menggelar Rapat Koordinasi dan Pengendalian (Rakordal) Triwulan IV di ruang Peteng Karuhei lantai dua Balaikota, Senin (18/1). Pemkot diketahui hanya mampu menghabiskan anggaran sebesar 98% dari target 100% yang seharusnya diraih.
“Penyerapan anggaran naik, tapi sedikit jika dibanding serapan tahun lalu yaitu cuma 1 digit dibelakang koma. Ya kurang signifikan dibandingkan 2014, sehingga kita perlu di 2016 ini untuk lakukan evaluasi kinerja terhadap kinerja apbd 2016,” ungkap Riban seusai menghadiri acara tersebut.
Menjelaskan bentuk evaluasi yang dimaksud, secara teknis ia menuturkan akan mencari dimana kendala yang dihadapi jajarannya sehingga berakibat tidak sesuai target itu. Dengan cara evaluasi tersebut, akan bisa mendeteksi apa hal kedepan yang harus diperbaiki.
“Target serapan kita 2015 lalu realisasi keuangan ditarget 98% dan realisasi fisik sebesar 100%, tetapi kenyataannya kita masih 88%. Kita ingin review di serapan belanja langsung (BL) dan belanja tidak langsung (BTL), lalu di SKPD mana dan program apa-apa saja yang tidak terserap,” katanya.
Penelusuran sementara yang bisa dikantongi Riban, beberapa di antara penyebab tidak terserapnya APBD 2015 secara total lantaran ada danahibah yang tidak diambil oleh pemohon dana hibah akibat permasalahan administrasi. Ia mencontohkan ada rumah ibadah yang sudah disetujui permohonan dana hibah untuk rehab bangunan, namun ternyata tidak diambil. (RZ/B-12)


