BORNEONEWS, Sampit - Pelaksana PKH di Kecamatan Teluk Sampit, Zulfikar merangkul keluarga penerima manfaat (PKM) untuk menghasilkan produk minyak goreng kelapa. Itu dilakukan karena ingin meningkatkan kualitas KPM, juga melihat potensi peningkatan harga jual kelapa. Tidak hanya itu, juga dapat menurunkan tingkat kemiskinan.
Saat ini, harga kelapa sedang jatuh murah dan dihargai hanya Rp 1 ribu per buahnya, khususnya di daerah selatan Kabupaten Kotawaringin Timur, Teluk Sampit. Ia menilai, peningkatan harga jual ini cukup drastis karena setelah diolah menjadi minyak goreng, 1 liternya bisa terjual dengan harga 50 ribu.
Zulfikar menuturkan, mengolah minyak goreng kelapa dengan maksud KPM bisa menunjukkan kerja nyata dan tidak hanya menjadi wadah penerima bantuan saja.
"Soal harga hanya 1 ribu per buahnya, kalau sudah diolah menjadi minyak goreng harganya 50 ribu. Daripada KPM hanya menjadi penerima bantuan, saya merangkul mereka untuk bersama-sama mengolah minyak goreng kelapa," jelas Zulfikar, saat diwawancarai borneonews, Kamis, 11 Agustus 2022.
Maka dari itu, pihaknya mendidik KPM, bagaimana mengelola usaha didukung dengan adanya program PKH, modul pertemuan peningkatan kemampuan keluarga (P2K2).
--page
"KPM itu kami didik supaya bisa mandiri mengelola usaha, demi menurunkan tingkat kemiskinan," tuturnya.
Sesuai keterangan, kapasitas produksi Teluk Sampit mencapai 15.000 hektar kelapa. Sangat disayangkan apabila terbuang begitu saja. Namun, mereka juga masih terkendala produksi karena kurangnya dukungan mesin. (M ANDHIKA/B-7)









