BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Meningkatkan sarana dan prasarana (Sarpras) pendidikan di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) yang terkedala minimnya anggaran, sangat perlu peran serta pihak swasta melalui pola kerja sama konsorsium di bidang pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kobar, Rustam Effendi mengaku, telah menjalin komunikasi dengan sejumlah manajemen perusahaan swasta yang ada di Kobar, supaya menyisihkan anggaran CSR untuk sekolah negeri di sekitar perusahaan.
"Kami sudah berkomunikasi dengan perusahaan yang dekat dengan sekolah. Kalau sekolah swasta di dalam perkebunan kan sudah pasti terjamin, kita harap mereka juga bisa memperhatikan sekolah (negeri) yang berada di ring satu dengan kebun," ujarnya, saat dikonfirmasi belum lama ini.
Rustam pun mengharapkan agar pihak ketiga melalui dana CSR dapat bersinergi dengan pemerintah daerah, dalam memenuhi sarana dan prasarana pendidikan.
Sebab, lanjut Rustam, masalah pendidikan bukan saja menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi semua element harus turut serta peduli dengan dunia pendidikan.
--page
"Kobar telah memilki peraturan daerah (Perda) yang mengelola CSR, hanya saja implementasinya belum dilaksanakan, karena belum ada badan yang mengelolanya. Padahal, jika Perda tersebut bisa di kelola, sangat membantu dalam pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan kita," pungkasnya.(DANANG/B-7)









