NYALI Ronal Pirong (29 tahun) warga Jalan Mahir Tjilik Riwut Km 8 Palangka Raya mendadak menciut setelah mendengar suara tembakan.


Padahal, warga kelahiran Rantau Pulut, Kabupaten Seruyan yang tertangkap tangan hendak mencuri di SMP Negeri 1 Palangka Raya pada itu sempat bertindak beringas.


Bahkan dia juga menyerang penjaga sekolah, Wayan, dalam aksi kejahatan yang terjadi pada Minggu (10/1/2016) sekitar pukul 22.30 WIB lalu itu.

“Pelaku kita tangkap setelah kita beri tembakan peringatan,” kata Kapolsek Pahandut Kompol Gede Eka Yudharma kepada wartawan, Senin (18/1/2016).


Kanit Reskrim Polsek Pahandut, Ipda Jaka Waluya menambahkan Ronal masuk ke area sekolah dengan memanjat pagar. Ia lalu naik ke atap bangunan kantin melalui pohon rambutan.


Kemudian dia membuka salah satu jendela sekolah. Namun mendadak kaca jendela terjatuh lantaran membuka dari bagian bawah terlalu tinggi. Prang!!! Kaca jendela pun pecah.


Suara pecahan tersebut langsung membuat Wayan tersentak kaget yang kebetulan posisinya di dalam kantin.Wayan kemudian keluar dan melakukan pengecekan sekeliling sekolah hanya berbekal lampu senter.


Wayan kemudian melihat Ronal berjalan di atas atap ruangan Multimedia. Ronal yang mengetahui dirinya telah kepergok langsung mengambil kayu sepanjang delapan meter yang biasa digunakan untuk memetik buah pepaya.


Dia langsung menyerang Wayan lewat atap sekolah. Wayan kemudian berlari memanggil rekannya bernama Siring. Lalu Siring menjaga pergerakan Ronal sedangkan Wayan bertolak ke kantor Polsek Pahandut untuk melaporkan kejadian itu.


Polisi kemudian mendatangi TKP. Meski demikian, Ronal masih berupaya menyerang hingga memaksa aparat memberikan tembakan peringatan. Dari situlah, nyalinya menciut.


Usai dibekuk, Ronal berdalih tidak berniat mencuri. Dia justru mengaku tidak sadar gara-gara pengaruh obat-obatan jenis THD, hingga melakukan aksi di atap sekolah itu. “Saya tidak sadar oleh minum 8 butir THD. Tidak ada maksud untuk mencuri,” dalihnya. (BY/B-10)