PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD Kalteng juga sebagai Sekretaris Komisi I, Sirajul Rahman meminta pemda agar dapat memberikan solusi konkret menyikapi persoalan pertambangan rakyat tanpa izin dalam rangka mengatasi benturan antara masyarakat penambang lokal dengan aparat penegak hukum.

Solusi yang bisa diberikan tentu tidak hanya sebatas menerbitkan payung hukum pada masyarakat penambang, tapi solusi yang diberikan juga harus lebih spesifik. Di mana hal tersebut sebenarnya telah disuarakan oleh masyarakat semenjak lama.

"Salah satu solusi yang bisa diberikan yakni menstabilkan harga bagi komoditas karet atau rotan. Karena, tidak stabilnya harga komoditas itu yang menjadi alasan masyarakat beralih profesi menjadi penambang emas tanpa izin, sehingga jika mengharapkan harga karet dan rotan masyarakat kesulitan menyambung hidup," ucapnya, Jumat, 12 Agustus 2022.

Diungkapkannya, sebagian besar masyarakat khususnya di wilayah DAS Barito merupakan petani penyadap karet. Dengan anjloknya harga karet selama ini membuat masyarakat tidak memiliki pekerjaan lain yang bisa memenuhi kebutuhan hidup seperti makan, pengobatan, hingga biaya sekolah.

Dia menyebut, seperti dari hasil reses yang dilaksanakan belum lama ini, pihaknya mendapati ada 90 persen masyarakat, khususnya di Desa Pepas II yang berprofesi sebagai petani karet. Namun, karena harga karet anjok, masyarakat jadi enggan untuk memanen dan terpaksa ikut menambang, padahal msayarakat lebih senang untuk menjadi petani karet.

--page

Oleh karenanya, sangat diharapkan pemda baik provinsi maupun kabupaten bersama pihak terkait supaya bisa bersinergi untuk menemukan solusi yang terbaik bagi masyarakat, terutama dalam upaya menstabilkan harga karet di provinsi ini.

"Harapn kita ada jalan keluar terbaik untuk masyarakat, termasuk juga dalam memudahkan perizinan tambang. Sebab, yang juga menjadi aspirasi masyarakat selama ini yaitu mereja merasa terkendala dalam mendapatkan izin. Semoga saja ada solusi terbaik agar persoalan ini tidak semakin berlarut-larut," tukasnya. (DONNY D/B-6)