BLITAR -- Dua orang warga di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, meninggal dunia setelah tersambar petir saat berteduh di sebuah gubuk, dekat Sungai Glondong, Kecamatan Sutojayan, Selasa (19/1/2016) siang. Kepala Kepolisian Sektor Lodoyo Timur, AKP Sukadi, mengemukakan, hujan deras turun disertai petir saat dua orang itu sedang memancing.
Dua korban itu adalah Supriyono (35), warga Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Sutojayan serta Zainal Abidin (32), warga Kelurahan Pandanarum, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar. "Karena hujan, keduanya berteduh di cungkup yang letaknya di dekat sungai, tempat kedua korban memancing. Lalu petir menyambar," ujar Sukadi.
Selain berteduh di cungkup itu, lanjut Sukadi, korban saat kejadian juga diketahui sedang memainkan telepon seluler. Diduga, karena bermain telepon seluler itu, petir menyambar.
Para korban mengalami luka yang serius di bagian kepalanya akibat tersambar petir. Tubuh mereka ditemukan warga, dan langsung dibawa ke rumah sakit di Kecamatan Sutojayan untuk keperluan visum.
Sejumlah warga yang juga ikut memancing mengaku awalnya sempat mendengar suara keras meminta tolong. Mereka juga langsung mendatangi asal suara itu, dan menemukan dua orang itu sudah dalam keadaan tergeletak.
Polisi juga mengimbau warga lebih berhati-hati serta tidak menyalakan barang elektronik selama hujan turun. Ini demi menghindari bahaya seperti sambaran petir. (ANT/B-1)








