NAMABahrum Naim yang pergi ke Suriah meninggalkkan persoalan di kelluarga. Di satu sisi, ia baru saja dicap sebagaidalang perbuatan biadab, yaknimelakukkan pengeboman dan penembakan di kawasan Gedung Sarinah diJalan Thamrin Jakarta.
Bom dan penembakanyang menelan korban 34 orang. Diantaranya delapan orang tewas dan 26 orangluka-luka itu dilakukan oleh kawanan teroris yang didalangi oleh Bahrum Naim,warga Solo yang kini sudah berada di Suriah. Salah satu bukti tudingan sebagai dalang aalah, dana operasional terorisitu ditransfer oleh Bahrum dari negeriSuriah tersebut.
Simpang-siurdi internetpunmuncul. Awalnya selain ada bukti-bukti, juga ada pengakuan darikawanan teroris yang berbasis di Suriah. Tetapi belakangan muncul rekaman suara Bahrum yang menyangkal bahwa bom dan penembakan di kawasan Sarinahitu ulahnya.
Atassimpang siur berita itu, pihak keluargaBahrumNaim di Solo meminta agar Bahrum segera pulang ke Indonesia dan melakukanklarifikasi atas sepak terjangnya itu.
"Dari suaranya itu memang suara Mas Bahrunnaim. Setelah saya dengar memangsepertinya itu suaranya. Dia memang biasa bicara dengan aksen selengekandan bercanda seperti itu," ujar adik kandung Bahrunnaim, Dahlan Zaim,dalam keterangan pers bersama Tim Pengacara Muslim (TPM) di Solo, Selasa(19/1/2016).
Bahkan lebih lanjut Dahlan menghimbau kakaknya itu untuk segera datang menemuipolisi yang telah memberikan tuduhan sepihak kepada Naim sebagai dalang terorbom Thamrin. Dengan segera diselesaikan, lanjut Zaim, persoalan akan segeraselesai. Namun demikian Dahlan juga menghimbau agar Naim meminta persyaratankepada polisi jika memang akan bersedia memberikan klarifikasi.
"Kami memahami posisi Mas Bahrunnaim saat ini. Namun kami ingin MasBahrunnaim mengklarifikasi semua tudingan ini. Nanti akan ada pembelaan yangadil. Mas Bahrun harus meminta perlakukan yang adil jika akan datangmengklarifikasi," lanjutnya.
Ketua Dewan Pembina TPM, Mahendradatta, juga menyarankan agar sebaiknyaBahrunnaim segera memberikan penjelasan atau klarifikasi.








