PERAKIT televisi asal Karanganyar, Jawa Tengah, Muhammad Kusrin, akhirnya mengantongi Sertifikasi Produk Pengguna Tanda (SPPT) SNI Cathode Ray Tube TV. Menteri Perindustrian Saleh Husin, yang menyerahkan sertifikat tersebut, mengatakan Kusrin yang hanya luklusan SD, bisa menjadi konglomerat.
"Dengan menjual 150 unit televisi per hari seharga Rp500 ribu, berarti pendapatannya Rp75 juta per hari. Wah, bisa jadi konglomerat," kata Saleh usai memberikan sertifikat tersebut di Jakarta, Selasa (19/1/2016).
Saleh mengapresiasi UD Haris Elektronika milik Kusrin, karena televisi buatannya dinyatakan lolos uji di Balai Besar Barang Teknik. Selain itu, televisi rakitannya juga dinilai patut dijadikan role model bagi para pelaku usaha industri kecil menengah (IKM) lainnya. (ANT/B-1)
Menperin Meramalkannya Bisa Jadi Konglomerat
Redaksi
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Pria di Sampit Dilaporkan ke Polres Kotim atas Kasus Asusila terhadap Anak 8 Tahun
Komentar (0)
Memuat komentar…







