KEPOLISIAN Sektor (Polsek) Kawasan Pelabuhan Mentaya (KPM) menerapkan aturan ketat terhadap penumpang dan barang yang diangkut kapal saat merapat di Pelabuhan Sampit. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi masuknya teroris dan bahan peledak ke daerah ini. Setiap penumpang, barang dan segala macam angkutan dalam kapal yang dicurigai langsung dilakukan pemeriksaan.     


Kapolsek KPM AKP Mahmud mengatakan, mereka dengan sengaja meningkatkan pemeriksaan tersebut. Ini sebagai antisipasi masuknya teroris dan bahan peledak yang saat ini banyak terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.


“Kami belum menemukan bahan peledak. Meski demikian kami tetap melakukan pemantaun baik secara terbuka maupun tertutup. Guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan,” ujar Mahmud, seusai memeriksa kapal Kirana III di Pelabuhan Sampit, Selasa (19/1/2016).

Cegah teroris masuk


Antisipasi ini juga dilakukan agar para teroris tidak datang ke daerah ini. Apalagi beberapa waktu lalu, salah satu terduga pelaku bom bunuh diri yakni

Dian Juni Kurniadi (DJK) alias Inyong, pernah tinggal dan bekerja di Kota Sampit selama dua tahun. Bahkan DJK juga memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) di daerah ini.


“Inilah yang menjadi perhatian dari kami dan selalu waspada. Karena bukan tidak mungkin masih ada orang yang beraliran sama masih berada di Kotim ini,” ungkap Mahmud.


Mahmud hanya berpesan kepada masyarakat maupun pihak kapal agar selalu melaporkan apabila menemukan seseorang atau barang yang mencurigakan. Sehingga mereka bisa langsung bertindak dak melakukan pemeriksaan.


Sedangkan Juru Muat PT Darma Lautan Erick Budianto mengatakan, selama ini kami terus berkoordinasi dengan Polsek KPM tentang keamanan baik itu saat kapal tambat maupun berangkat. Kami juga akan langsung memberikan informasi kepada polisi apabila menemukan barang atau penumpang yang mencurigakan.


“Memang beberapa waktu lalu kami menangkap seorang penumpang yang bertingkah laku aneh. Namun ternyata orang itu tidak waras, dan terpaksa langsung kami serahkan ke Polsek KPM,” kata Erick.

Sementara untuk teroris dan bahan peledak, hingga saat ini belum pernah ditemukan oleh petugas atau ABK kapal. Mereka hanya berharap agar hal itu tidak pernah terjadi.
(MH/B-7)