BENCANA alam me­ru­­pa­­kan peristiwa yang tentu saja ti­dak di­harapkan ke­­ha­diran­nya.


Meski begi­tu, antisipasi di­ni terhadap ke­mungkinan ter­jadinya ben­cana alam te­tap harus di­lakukan. Sebab, bencana alam yang datang tan­pa ada antisipasi bisa me­nim­bulkan kerusakan parah, bah­kan mampu merenggut jiwa manusia.


Menyadari hal itu, Selasa (19/1/2016), jajaran Kepolisi­an Resor Sukamara bekerja sa­ma dengan Badan Kesat­u­an Bangsa Politik dan Perlin­du­ngan Masyarakat (Kesbang­po­lin­mas) menggelar simulasi tang­gap bencana.


Simulasi dilakukan di Su­ngai Jelai, tepatnya di Pelabuhan Speed Boat, Kota Sukama­ra


Wakapolres Sukamara Kom­­­pol Yoyo Roswandi me­nga­ta­kan, simulasi tanggap bencana digelar untuk meng­hadapi kondisi tanggap da­rurat akibat bencana alam yang mung­kin saja terjadi di Bumi Gawi Barinjam.


“Jadi ini salah satu bentuk ke­siapan Polri yang dibantu instansi lainnya,” kata dia.


Dengan adanya simulasi, di­­ha­rapkan personel kepolisi­an dan instansi terkait lainnya me­miliki kemampuan dan siap memberikan pertolo­ngan bila sewaktu-waktu ter­ja­di musibah atau bencana.


“Siap dalam artian sudah siap untuk berbuat apa, se­hing­ga tidak bingung di lapa­ngan. Karena itu diperlukan si­mulasi,” tegas Yoyo.


Ia melanjutkan, menolong kor­ban bencana alam tidak bi­sa dilakukan sembarangan, ada teknik dan prosedurnya. Karena itu, anggota kepolisian dan instasi terkait lain­nya perlu mengasah kete­ram­pilan mereka secara simultan dan berkelanjutan.


“Untuk mengasah keterampil­an otomatis pelatihan harus di­lakukan secara simultan, se­hingga pelatihan ini tidak di­berikan sekali saja. Tetapi akan ditindaklanjuti dan te­rus dievaluasi, kita perlu follow up. Mana akan te­rus dilakukan peninjauan ke­ku­rangannya atau di mana yang perlu kita latihkan lagi se­suai dengan waktu dan tang­galnya.”


“Mungkin nanti kita akan ada­kan semacam pelatihan yang lainnya, bagaimana ca­ra menolong korban dan nan­ti cara mengevaluasi orang ba­nyak pada saat tanggap da­rurat dan itu akan tetap kita tindaklanjuti pada saat pe­latihan-pelatihan berikutnya,” ujar Wakapolres.


Ia berjanji, pelatihan selanjutkan akan lebih terencana dan mengakomodasi semua yang diperlukan pada saat tang­gap darurat.
Kegiatan simulasi disaksi­kan banyak masyarakat Sukamara. (B-3)