BORNEONEWS, Muara Teweh - Ada beberapa capaian indikator makro dan pembangunan di Kalimantan Tengah yang terjadi pada 2022.
Beberapa capaian tersebut, kata Bupati Barito Utara, Nadalsyah membacakan amanat Gubernur Kalteng pada upacara peringatan HUT ke 77 Republik Indonesia yang dilaksanakan di arena terbuka Tiara Batara Muara Teweh, Rabu 17 Agustus 2022 yakni, pertama setelah dua tahun lebih pandemi Covid-19, pemulihan ekonomi mulai terjadi di semua wilayah namun dengan level pertumbuhan yang berbeda-beda.
"Alhamdulillah pada triwulan I tahun 2022 pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,01 persen dan Kalimantan Tengah mengalami pertumbuhan tertinggi se-Kalimantan yakni sebesar 7,32 persen dan lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional," kata Nadalsyah.
Dengan kontribusi paling tinggi dari sektor pertambangan dan penggalian yang mencapai 26,80 persen dan kontribusi ekspor sebesar 14,76 persen.
Kedua, Gini ratio tahun 2021 tercatat 0,323, turun dibandingkan tahun 2020 yang sebesar 0,329. Ketiga, tingkat kemiskinan per September 2021 sebesar 5,16 persen, jauh di bawah rata-rata nasional yakni 9,71 persen.
Keempat, tingkat pengangguran terbuka per Februari 2022 sebesar 4,20, yang juga jauh di bawah rata-rata nasional yakni 5,83 persen. Kelima Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2021 mencapai angka 71,25, meningkat 0,20 dibanding IPM 2020 yang sebesar 71,05.
Keenam, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah kembali mendapatkan predikat opini WTP dari BPK RI atas laporan keuangan tahun 2021, yang merupakan keberhasilan kedelapan kalinya secara berturut-turut.
"Apresiasi juga saya ucapkan kepada instasi kabupaten/ kota yang juga dapat mempertahankan opini WTP untuk mewujudkan transparansi dan akuntabilitas pemerintahan," ungkapnya.
--page
Ketujuh, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kalimantan Tengah terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Walau sempat menurun akibat pandemi Covid-19, pada tahun 2021 realisasi PAD naik menjadi Rp 1,851 triliun dari target Rp 1,702 triliun. Selanjutnya, pada tahun 2022 ini hingga 28 JULI realisasi PAD berada diangka Rp 1,388 triliun dari target Rp 2,5 triliun;
Kedelapan, selain upaya peningkatan kualitas infrastruktur, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan pendidikan guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah, sejumlah program strategis pembangunan juga sedang dilaksanakan, seperti program strategis Nasional Food Estate di Kabupaten Pulang Pisau dan Kapuas, serta pembangunan kawasan Shrimp Estate budidaya udang Vaname di Kabupaten Sukamara.
Keberhasilan berbagai program pembangunan, baik yang sudah, sedang, maupun akan berjalan, tentu tidak lepas dari dukungan semua stakeholders dan elemen masyarakat.
"Untuk itu saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja sama dan kontribusi semua pihak dalam memajukan pembangunan di Kalimantan Tengah selama ini," tukasnya. (RAMADHANI/B-6)









