MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh - Gubernur Kalimantan Tengah dalam amanatnya yang dibacakan Bupati Barito Utara, H Nadalsyah pada upacara peringatan HUT ke 77 RI menyampaikan bahwa sebagian wilayah Kalimantan Tengah hingga saat ini masih mengalami hujan. 

Namun, kata Nadalsyah, kita harus tetap waspada terhadap ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). 

"Apalagi BMKG memperkirakan, puncak kemarau kemungkinan besar akan terjadi pada bulan Agustus 2022 ini," terang Nadalsyah.

Dalam rangka peningkatan kesiapsiagaan menghadapi puncak musim kemarau, gubernur telah mengeluarkan surat tertanggal 2 Agustus 2022 kepada seluruh bupati dan wali kota untuk segera menetapkan status siaga darurat Karhutla di wilayahnya masing-masing. 

Kemudian, tanggal 10 Agustus lalu, kita juga menggelar apel kesiapan menghadapi Karhutla.

"Gubernur berharap, semua personel, sarana prasarana, dan sumber daya lainnya dapat di siap siagakan, sehingga bencana Karhutla tahun 2019 dan 2015 tidak terulang," terang Nadalsyah. 

Gubernur juga, lanjut Nadalsyah, meminta agar Satgas Karhutla provinsi dan kabupaten/kota dapat terus memperkuat sinergi dalam upaya pencegahan dan penanganan Karhutla, sehingga dapat mewujudkan Kalimantan Tengah bebas kabut asap tahun 2022 dan seterusnya.

Selain itu, tambah dia, kewaspadaan juga harus ditingkatkan terkait wabah penyakit mulut dan kuku di Provinsi Kalimantan Tengah.

--page

"Kepada seluruh peternak dan seluruh pelaku usaha peternakan serta petugas kesehatan hewan agar turut waspada dan melakukan pencegahan dini penyebaran penyakit menular hewan ternak," imbau Gubernur.(RAMADHANI/B-5)