BORNEONEWS, Palangka Raya - Memasuki puncak musim kemarau, potensi kebakaran lahan dan hutan perlu diwaspadai masyarakat, apalagi sebagian besar di Kalteng lahan gambut, rawan terjadi Karhutla.
Kapolsek Pahandut Kompol Susilowati mengajak masyarakat untuk tidak membakar lahan dan hutan, pasalnya saat ini cuaca kemarau mulai terasa.
Ia menjelaskan ada beberapa lokasi yang menjadi kewaspadaan di wilayah hukum Polsek Pahandut dan salah satunya wilayah Panarung dan Bukit Pinang.
"Dua lokasi ini potensi terjadinya kebakaran, mengingat masih cukup banyak wilayahnya yang di kelilingi hutan dan lahan, itu yang memungkinkan terjadinya kebakaran lahan," terangnya.
Sejauh ini anggotanya gencar melakukan patroli di wilayah rawan Karhutla sekaligus melaksanakan razia kepatuhan protokol kesehatan.
"Kami gencarkan patroli di sejumlah lokasi rawan karhutla, serta mengimbau masyarakat, terutama pemilik lahan, tidak melakukan cara ilegal dan bertentangan hukum dalam membuka lahan, apalagi untuk kepentingan pribadi, sebab dampaknya sangat buruk bagi lingkungan, apalagi di tengah pandemi covid 19 saat ini, masyarakat sangat rentan terpapar penyakit. Selain itu pembakar lahan dapat dikenakan denda puluhan miliar rupiah," pungkasnya. (AGUS/B-11)









