DINAS Kesehatan Kabupaten Seruyan masih terus melakukan pengasapan (fogging) di sejumlah lokasi pemukiman warga.
Hal tersebut sebagai langkah antisipasi terhadap lanjutan serangan nyamuk aedes aegypti yang bisa menimbulkan penyakit demam berdarah.
Seperti terlihat Rabu (20/1) pagi, sejumlah petugas dari dinkes kembali melakukan fogging di pemukiman warga sekitar komplek Masjid Agung Nurul Yaqin Kuala Pembuang.
Sebelumnya, pengasapan juga dilakukan di pemukiman warga Desa Persil Raya Kecamatan Seruyan Hilir.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinkes Seruyan Mahdiniansyah mengungkapkan, berdasarkan data yang ada, saat ini kasus DBD yang terjadi diperkirakan sejak awal 2016 tercatat enam penderita.
Tiga orang penderita berasal dari Kuala Pembuang. Dua orang lainnya berasal dari Pembuang Hulu dan satu orang dari Seruyan Tengah.
“Dengan ditemukannya kasus DBD ini, maka kami melakukan pengasapan di tempat terjadinya kasus DBD. Kegiatan ini dilakukan untuk menghindari meluasnya penyebaran penyakit tersebut,” kata Mahdiniansyah.
Untuk lebih memaksimalkan upaya pencegahan atau penanggulangan lanjutan, dinkes bekerjasama dengan puskesmas dan RSUD Hanau melakukan fogging fokus di lokasi yang terdapat penderita demam berdarah.
“Kita juga melakukan penyelidikan epidimiologi di sekitar tempat kasus DBD dan memberikan penyuluhan ke masyarakat menyangkut serangan DBD ini,” ujarnya.
Dia kembali mengingatkan kepada masyarakat agar bisa melakukan upaya pencegahan dengan menerapkan 3M .
Yakni menguras tempat-tempat penampungan air agar jentik nyamuk tersebut tidak sempat berkembang biak setiap satu minggu sekali. Menutup tempat penampungan air, agar nyamuk tidak dapat masuk untuk berkembang biak, dan mengubur barang-barang bekas baik itu berupa kaleng kaleng atau botol yang dapat menampung air.
“Kalau ada warga yang mengalami demam tanpa sebab, diharap segera melakukan pemeriksaan ke tempat pelayanan terdekat, baik puskesmas maupun rumah sakit,” sarannya.(B-11)


